Anggap Aksi Bela Palestina Tak Memberi Pengaruh, Dosen UIN Bandung Ini Sebut Hanya Ada Satu Cara Hadapi Israel


Bdg.news. Bandung,- Penjajahan yang dilakukan Israel kepada Palestina telah terjadi puluhan tahun lamanya. Selama itu, sudah berkali-kali bantuan pangan dan kesehatan dikirimkan kepada rakyat Palestina. Begitupun dengan doa dan serangkaian aksi-aksi yang mengutuk keberadaan Israel. Termasuk, aksi yang dilakukan Sabtu (17/12) lalu di Monumen Nasional, Jakarta.

Namun, bagi Muflih Hasbullah, Dosen UIN Bandung, aksi-aksi semacam itu hakikatnya tak akan memberikan pengaruh yang nyata bagi eksistensi Israel.

"Tanpa mengurangi rasa hormat pada mereka yang berunjuk rasa, menghadapi Israel itu sebenarnya bukan dengan demo, orasi, mengutuk, boikot, dan sebagainya. Semuanya gak akan ngaruh," katanya sebagaimana dikutip dari halaman Facebooknya.

Menurutnya, hanya ada satu cara untuk menghadapi Israel.

"Langsung serang dan gempur", tegasnya.

Seharusnya, menurut Muflih, negara-negara yang anti Israel berkumpul untuk bersama-sama memerangi Israel. Mulai dari Jerman, Turki, Palestina, Irak, Yaman, hingga Indonesia. Hanya dengan hal tersebutlah Isrel bisa habis dilawan.

Seorang netizen bernama Alfa Tiada Tara lantas menanggapi, bahwa menyerang Israel tak bisa dilakukan tanpa adanya komando dari yang berwenang. Menurutnya, komando tersebut memungkinkan ada bila kaum muslimin memiliki seorang Khalifah sebagai kepala negara yang mengayomi seluruh umat.

"Disinilah pentingnya Khilafah, yang akan mengomandoi kesatuan gerak seluruh kaum Muslim,"katanya. [Farhan]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget