BKLDK Jawa Barat: "Yang memecah belah keberagaman Indonesia adalah Penjajah Asing dan Aseng"



Bdg.news. Bandung, Kamis 28 September LKKPH Neraca mengadakan FGD dengan tema "Pancasila sebagai Representasi dan Unifikasi Keberagaman Ideologi di Indonesia", bertempat di Bethooven Meeting Room Hotel California, Jl. Wastu Kencana No. 48 Kota Bandung. FGD ini menghadirkan para tokoh di Jawa Barat.

Menurut Mashun Sofyan selaku ketua BKLDK Jabar menerangkan bahwa "Faktual keberagaman di Indonesia sebagai Sunnatullah, Indonesia punya suku dan bangsa yang beragam, menurut BPS dari Survai Sensus Penduduk 2010 ada 1331 kategori suku di Indonesia". "Sejarah nusantara juga pernah bersatu pada masa majapahit, termasuk pada tahun 1905 SI juga dapat mempersatukan".

Mashun menambahkan, "Justru yang menjadikan Indonesia terkotak-kotak dan pecah belah adalah adanya dominasi dari fihak asing penjajah, zaman penjajahan belanda misalnya, Belanda menerapkan Politik Deviden At Impera atau politik pecah belah".

Beliau menegaskan, "Begitulah spirit dari asing penjajah, mereka berusaha memecah belah negara demi menguatkan dominasi penjajahan mereka atas negeri ini. Hari ini rezim Jokowi juga menerapkan politik Stick and the Carrot, dengan cara ini ada upaya menggandeng fihak yang bisa diajak kerjasama dan menggebuk fihak yang dianggap menggangu kepentingan politiknya".

"Sehingga perlu ada upaya sesuatu konsepsi yang mampu mempersatukan dan dapat melawan penjajah. Itu yang dibutuhkan ummat Saat ini". Tutur Mashun.

Maka diskusi-diskusi seperti ini perlu dijalankan secara rutin hingga menjadi satu frame dalam memandang problem bersama dan solusi bersama, Islam menawarkan solusi sebagai penyelesaian segala problematika hidup manusia. []

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget