Muslimah (Juga) Ambil Bagian Dalam Aksi 299 Tolak Perppu Ormas dan Kebangkitan Komunis

Muslimah (Juga) Ambil Bagian Dalam Aksi 299 Tolak Perppu Ormas dan Kebangkitan Komunis


Bdg.news- JAKARTA.  Awan cerah di hari Jumat bertepatan dengan 9 Muharram 1439 H menaungi puluhan ribu orang yang melakukan aksi damai 299 di depan gedung DPR RI. Panasnya suhu Jakarta tak menyurutkan tekad mereka untuk menolak Perppu No. 2 Tahun 2017 dan menolak PKI. Di spot yang berbeda dengan area laki-laki, barisan Muslimah berkumpul di depan pintu gerbang kantor TVRI Senayan. Di sana pun berdiri stage orasi khusus Muslimah. Tak kalah hebatnya dengan kaum Adam, para Muslimah yang terdiri dari pelajar,mahasiswi,intelektual, ibu rumah tangga dan ibu-ibu perwakilan dari beragam komunitas dengan antusias dan sukarela mengikuti aksi ini.

Salah seorang orator, Ir. Retno Sukmaningrum (intelektual dari Surabaya), dalam orasinya menyampaikan bahwa saat ini umat Islam hidup dalam kondisi yang menyedihkan. Dengan adanya Perppu Ormas menjadikan negara kita negara otoriter yang pasal-pasalnya bisa ditarik sesuai kepentingan pemerintah. Perppu ini akan menjadikan negara ini barbar ,negeri yang otoriter. Karena yang mengkritik Pemerintah bisia dipidanakan bahkan sampai seumur hidup hingga tak ada jalan bagi kita selain tolak Perppu Ormas!

Nurfitriani, seorang mahasiswi salah satu kampus ternama di Bandung menyatakan dirinya mengikuti aksi ini awalnya karena melihat ajakan Ustadz Felix untuk mengikuti aksi 299 di sosialmedia sekaligus ingin membuktikan kalau aksi itu tidak anarkis. Dia berharap dengan adanya aksi ini bukan HTI yg dibubarkan tapi benih2 PKI lah yang dibubarkan.

Berbeda dengan Vanya yang merupakan mahasiswi dari sebuah sekolah tinggi di Bandung. Dia mengikuti aksi ini karena menganggap Perppu ini akan menghambat seorang Muslim untuk berdakwah. Di samping itu, Perppu ini juga bahaya bagi umat Islam sendiri karena ulama saja bisa dikriminalisasi , termasuk juga mahasiswa aktivis Islam.

Orasi diakhiri dengan doa dan para peserta aksi pun bubar secara tertib. Setiap peserta memastikan tidak ada sampah yang tertinggal walaupun ada tim khusus sweeping. Hasilnya setelah aksi berakhir, jalanan kembali bersih. [TDK]


Label:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget