Liqo Syawal HTI Bandung Raya Bersama Tokoh Umat: Khilafah Adalah Ajaran Islam



Bdg.news. Bandung. "Kebangkitan Islam di akhir zaman di tangan kelompok yang membawa bendera hitam la ilaha illa Allah. Sekarang adalah akhir zaman. Khilafah akan diberikan oleh Allah SWT. Jadi HTI mau dibubarkan karena hal itu, karena HTI memperjuangkan khilafah," tegas Prof. Dr. KH. Buya Salimuddin AR, MA, Syaikhul Ma'had Ponpes Modern Baiturrahman Bandung pada acara Liqa' Syawal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bandung Raya (9/7) yang bertempat di Aula Ponpes beliau.


Liqa' Syawwal HTI Bandung bersama Ulama dan Tokoh Umat yang mengambil tema "Musyawarah Agenda Keumatan, Dakwah: Dulu, Sekarang dan Tantangan ke Depan" berjalan dengan khidmat. Pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 100 ulama, asatidz dan tokoh ummat, dibuka langsung oleh shahibul bayt, Buya Salimuddin.

Dalam sambutannya Kyai karismatik alumni Al Azhar Mesir itu menyampaikan apa yang harus dilakukan saat ini? "Kita harus mempersiapkan untuk memimpin kekhilafahan, dan insyaAllah mental HTI sudah disiapkan oleh syaikh Taqiyuddin an-Nabhani." Tandas Buya yang juga merupakan tokoh NU Jawa Barat dan Guru Besar di Uninus dan UIN Bandung ini. Beliau juga menjelaskan bahwa HT adalah gerakan politik Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Bertindak sebagai shahibul hajat sekaligus muhadhir (pembicara) adalah para pimpinan dan tokoh HTI Bandung, yaitu Dr. KH. Fahmy Lukman, Dr. H. Asep Agus Handaka, ustadz Dodiman Ali, ustadz Yogiana Halim, ustadz Muhammad Fuad, ustadz Asyrofi ustadz Ponsen Sindu Prawito, dan ustadz Yuana Ryan Tresna.

Ustadz Fahmy menjelaskan terkait awal mula perjalanan dakwah HTI di Bandung, tujuan dakwah HT, khilafah adalah ajaran Islam, dan dan motivasi utama beliau mengemban dakwah bersama HT di awal-awal perkembangannya. Ustadz Handaka, menambahkan terkait apa itu dakwah politik dalam perspektif Hizbut Tahrir dan metode dakwahnya yang mengikuti contoh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam. Sementara para asatidz tokoh HTl Bandung yang lain menjelaskan alasan mengapa masih istiqamah berdakwah hingga kini. Masing-masing berkisah dan memberikan mau'izhah hasanah.

Pada sesi pernyataan dukungan, Buya Halim Husain (tokoh ulama dan masyarakat Jawa Barat) menyampaikan awal mula bertemu HTI, keikutsertaan dalam berbagai kegiatan hingga tantangan bahkan hadangan terhadap dakwah beliau. Cerita beliau sangat menginspirasi semua yang hadir. "Dakwah HTI itu sopan, santun dan elegan. Saya tidak setuju HTI akan dibubarkan. Dakwah HTI tidak akan bubar!" Serunya.

Di akhir acara, ustadz Yuana bertanya kepada hadirin, "Apakah khilafah berbahaya? Apakah merasa takut dan khawatir ikut dalam kegiatan HTI? Apakah setuju HTI akan dibubarkan?" Semua pertanyaan dijawab serentak oleh para tokoh dengan tegas, "Tidak! Tidak! Tidak"

Acara berakhir tepat waktu zhuhur, ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Muhammad Rif'at, Lc.,M.A (Pimpinan Ponpes Modern Baiturrahman). Para tokoh ulama mengaminkan dengan khusyuk. Acara pun diakhiri dengan shalat berjama'ah dan ramah tamah. [IH]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget