Kami Butuh FPI- HTI, Bukan PKI!



bdg.news.Jakarta. Ada yang berbeda dengan aksi bela Islam 287 hari ini, bertajuk Jihad Konstitusional tak hanya dihadiri oleh puluhan ribu ummat muslim, tapi dihadiri juga oleh Natalius Pagai, Komnas HAM, seorang non muslimpun berjuang untuk mencari keadilan.

Tidak hanya hadir, pagai pun diberi kehormatan berorasi ditengah kaum muslim. Dalam orasinya, pagai menyayangkan keputusan pemerintah telah mengesahkan Perppu yang telah nyata merugikan, bukan hanya ormas Islam, tetapi ormas lain diluar Islam juga akan terkena imbas dari Perppu ini.

Pegiat HAM yang mendadak populer di dunia maya inipun menyatakan, Perppu (tentang ormas, red) ini sangat berbahaya dan berorientasi pada pemerintah yang diktator otoriter.
"Saya ini adalah orang organisasi, semenjak kuliah saya aktif diberbagai organisasi. Dengan adanya Perppu ini, saya kira akan kembali kepada zaman diktator" tegasnya saat orasi di depan puluhan ribu massa peserta aksi jihad konstitusional, Jumat (28/07/2017) diluar gerbang Monas, Jakarta.

Hal ini dibenarkan oleh orator lain, dengan disahkannya Perppu no 2 tahun 2017 ini akan banyak ormas Islam yang akan dibubarkan. Muhammadiyah, Persis, FPI, Bahkan Banser pun akan dibubarkan pemerintah jika dianggap terindikasi tidak sejalan dengan penguasa.

Berdasarkan pantauan bdg.news, peserta aksi tidak hanya datang dari jakarta saja, tetapi dari luar daerah maupun pulau seperti aceh. Mereka rela datang lebih awal demi mengantisipasi sweeping aparat kepada peserta aksi.
"Kita sengaja datang lebih awal agar terhindar dari aksi sweeping aparat seperti aksi bela ulama tempo lalu" kata seorang peserta aksi yang tidak mau disebiut namanya.

Pengamanan ketat
Pantauan bdg.news aparat kepolisian melakukan prosedur keamanan tingkat tinggi, dimulai dari dipasangnya kawat berduri hingga pistol gas air mata yang sepertinya siap diluncurkan mengantisipasi keributan yang terjadi.
Berkat kesigapan dari koordinator aksi, berkali kali mengingatkan para peserta untuk tertib dan tidak ricuh selama aksi, berbuah hasil. Dimulai dari sholat Jumat berjamaah, pengibaran liwa rayah ukuran raksasa menjadi hal yang tidak terduga oleh jamaah dan peserta aksi. Pekikan takbir di masjid Istiqlal tidak terelakkan, pertama kali dalam sejarah, bendera tauhid ukuran besar terpampang gagah di masjid yang gagah.

Para peserta memasuki monas dengan tertib, dan mengikuti aksi hingga akhir orator menyampaikan orasinya, massa tetap tertib. Adi, salah seorang peserta aksi dari Bandung menuturkan umat islam itu tidak perlu diajarkan toleransi, tidak perlu diajari sopan santun, umat Islam sudah punya contoh mulia yang patut dicontoh dalam mengarungi kehidupan yang serba rusak ini.
"Ummat islam itu tertib, sangat toleran, jadi jangan ajari kami tentang toleransi, contoh nyata, di aksi 212 ummat muslim malah mengantarkan pasangan pengantin non muslim yang akan melangsungkan acara pernikahan, kalau umat muslim tidak toleran, maka acara sakral bagi pengantin tidak akan terselenggara" tegasnya.

Kami butuh FPI-HTI bukan PKI.
Ummat Islam nampaknya mulai sadar, kebangkitan Partai Terlarang, yang memiliki sejarah kelam di bumi pertiwi ini akan segera bangkit. Entah itu atas dukungan penguasa ataupun insiatif partai-partai yang menginginkan partai pembantai ulama dan para Jendral bangkit kembali.
Tanda-tandanya semakin tampak, baju berlogo palu arit, pernyataan lambang PKI itu adalah trend anak muda, dan sampai pernyataan membingungkan dari pemimpin ini "kalau ada PKI, gebuk saja" tapi fakta membuktikan, ust. Alfian tandjung dikurung karena menyebarkan bahaya PKI.
Ormas-ormas Islam yang konsen terhadap dakwah Islam, yang mengajak kepada kebaikan dengan diterapkannya syariah dalam berbangsa dan bernegara, menjadi korban pertama atas pengesahan perppu ormas.

Ismail Yusanto saat menyampaikan orasi
Ismail Yusanto, Mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, dalam kesempatan orasniya menegaskan akan terus menempuh jalur hukum untuk menghilangkan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh pemerintah. Bersama Prof. yusril dan rekan advokat dan doa jutaan kaum muslim, semoga Perppu ini dicabut. (Adi)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget