Malam Nisfu Sya'ban, Ulama dan Tokoh Madura Menyatakan: "Menolak Pembubaran HTI oleh Pemerintah!"


MALAM NISFU SYA’BAN, ULAMA DAN TOKOH MADURA MENYATAKAN:

"MENOLAK PEMBUBARAN HTI OLEH PEMERINTAH!"‼

Bdg.News. Sumenep. 11/5/2017. Kamis malam bertepatan dengan malam Nisfu Sya’ban Puluhan Ulama pengasuh pondok pesantren dan majlis ta’lim dari Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan menghadiri acara Mudzakarah Ulama di PP Al-Mujtahidin Desa Mandala Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep.

Kehadiran mereka dalam acara ini selain bersilaturrahmi juga untuk merespon terhadap pembubaran ormas Islam HTI beberapa hari yang lalu oleh pemerintah melalui Menkopolhukam Wiranto.

Acara ini dimulai jam 20.30 WIB, dipandu seorang tokoh Intelektual Ust. Rifqi, M.Pd.I. yang merupakan alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya (sekarang UINSA).

Menurutnya saat ini adalah masa yang penuh dengan kebohongan dan kedustaan. Yang benar dianggap salah dan yang salah dianggap benar.

Para Ulama dan Tokoh sangat menyesalkan langkah pemerintah dalam pembubaran HTI. Pembubaran ini merupakan bentuk kedzaliman pemerintah terhadap umat Islam meskipun yang menjadi sasaran saat ini adalah Ormas Hizbut Tahrir Indonesia.

Berbagai respon dan bentuk penolakan pembubaran HTI menjadi perbincangan serius dalam forum mulia ini. Para hadirin juga tak berhenti memberikan gagasan berupa dukungan terhadap perjuangan HTI selama ini. Karena mereka menilai HTI tak pantas untuk dibubarkan.

KH. Taufiq Hidayat, Ulama Pamekasan menuturkan:
“Pernyataan yang disampaikan Pak Wiranto itu membuktikan bahwa Islam sudah dipojokkan. Ini adalah pendzaliman dan pemutarbalikkan fakta. Yang benar disalahkan yang salah justru dianggap benar. Umat Islam harus melakukan ‘Action’ melawan pendzaliman ini. Insyaallah Allah meridloi kita, Allah pasti memberikan jalan pada kita.”

"Tuduhan pemerintah bahwa HTI Anti pancasila menurut mereka adalah alasan yang mengada-ada. HTI menyampaikan ajaran Islam, dan itu tidak bertentangan dengan Pancasila."

Ust. Moh. Ayub, salah satu tokoh masyarakat Bangkalan menyampaikan:
“Nyata bagi orang-orang yang mau meniliti undang-undang, bahwa perjuangan penegakan hukum Islam itu tidak bertentangan sedikitpun dengan undang-undang yang ada, tidak bertentangan, bahkan dengan Pancasila. Maka ketika ada pemerintah saat ini, kok melarang pejuang-pejuang Syariah dan Khilafah maka ini merupakan pertanyaan besar! Ada apa dibalik itu semua?.” ungkap beliau dengan semangat.

Beberapa para ulama mengutarakan pembelaannya terhadap Hizbut Tahrir Indonesia dan menolak pembubaran oleh pemerintah. Mudzakarah Ulama kali ini menghasilkan beberapa pernyataan bersama para Ulama yang berisi:

PERNYATAAN BERSAMA PARA ULAMA, PENGASUH PONDOK PESANTREN, DAN PENGASUH MAJLIS TA’LIM MADURA

PADA ACARA MUDZAKARAH ULAMA
DI PP AL-MUJTAHIDIN MANDALA RUBARU SUMENEP
KAMIS, 11 MEI 2017

Kami Para Ulama Pimpinan Pondok Pesantren, Tokoh Masyarakat Dan Majlis Ta’lim Madura:

1. Menyampaikan nasehat kepada Pemerintah agar fokus pada tugasnya dalam mengurusi ummat sesuai dengan ketentuan Islam.

2. Menyampaikan nasehat kepada Pemerintah untuk tidak memusuhi Islam dan menyakiti kaum Muslim.

3. Menyampaikan nasehat kepada Pemerintah agar jangan melakukan kriminalisasi terhadap ulama dan ormas Islam.

4. Kami, ulama dan tokoh masyarakat Madura menolak rencana pemerintah membubarkan HTI.

5. Apabila nasehat ini tidak diindahkan, maka kami Ulama dan Tokoh masyarakat Madura akan melanjutkan Aksi Bela Islam lanjutan baik di daerah hatta harus berangkat ke ibukota Jakarta.

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget