Intelektual Muslim Jambi Berkumpul di UIN STS Jambi, Menolak Pembubaran HTI


Bdg.news. Jambi. "Kami menolak rencana pembubaran HTI",Ujar Dr. Hermanto Harun ketika ditanyakan tentang sikap terhadap rencana pembubaran HTI dalam acara diskusi yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Agama dan Pembangunan sosial Fakultas Ushuludin UIN STS Jambi. Hal senada diungkapkan oleh Bahren Nurdin, pengamat sosial dan motivator terkenal di Provinsi Jambi, "kita (umat islam) harus mewaspadai adanya pihak yang memanfaatkan momentum pembubaran HTI dengan memetakan celah untuk melemahkan dan memecah belah umat islam". Pernyataan tersebut diungkapkan dalam acara yang digagas khusus sebagai forum tabayyun kalangan intelektual menyikapi rumor rencana pembubaran HTI.
Hadir sebagai narasumber M. Irfan Anshory sebagai perwakilan dari DPD I Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Provinsi Jambi. Diskusi diawali dengan pernyataan resmi dari HTI terhadap rencana pemerintah yang akan membubarkan HTI. "Tuduhan-tuduhan pemerintah sama sekali tidak benar, terutama pernyataan bahwa HTI tidak berperan positif dalam pembangunan Nasional", ungkap Irfan. "Dalam perjalanan dakwah yang sudah lebih dari 20 tahun, HTI nyata-nyata telah berperan positif hususnya dalam pembangunan SDM yang dilakaukan dalam bentuk pembinaan terhadap ummat, pembentukan kepribadian islam anggota dan ummat secara umum agar mereka tidak terjerumus dalam tindakan kejahatan semacam korupsi, narkoba dan pergaulan bebas. Bahkan dalam beberapa kejadian bencana seperti tsunami Aceh dan pangandaran, gempa di jogjakarta, banjir di beberapa daerah dll. HTI ikut berperan untuk membantu korban bencana. Tidak terhitung HTI juga berusaha mencegah lahirnya UU yang disinyalir dapat merugikan rakyat, seperti UU Migas, UU SDA dll. Irfan juga menegaskan, bahwa tuduhan anti pancasila tidak berlaku bagi ormas yang mendakwahkan ajaran-ajaran islam seperti khilafah. Karena ajaran atau faham yang bertentangan dengan pancasila hanya meliputi faham atheisme, marxisme, komunisme dan leninisme. Sementara apa yang dituduhkan bahwa ajaran khilafah merupakan faham yang bertentangan dengan pancasila jelas tuduhan yang tidak benar karena khilafah merupakan ajaran islam yang tidak diragukan lagi. Tutur irfan.
Sikap peserta yang mayoritas adalah dosen di UIN STS Jambi, juga tidak ada yang membantah bahwa khilafah merupakan salah satu ajaran islam. Sekalipun sebagian mereka memiliki pandangan yang berbeda tentang relevansi khilafah dimasa kini, dengan pandangan HTI yang justru memandang ajaran islam akan selalu relevan di manapun dan kapanpun.
Diskusi yang dilaksanakan pada hari kamis tanggal 18 Mei 2017 di buka dan sekaligus ditutup oleh Dekan Fakultas Ushuludin. Beliau mengungkapkan bahwa acara tersebut digagas untuk bersilaturahmi dan mengetahui lebih dekat gambaran HTI yang sedang diwacanakan untuk dibubarkan pemerintah. Di akhir acara, panitia beserta narasumber dan peserta sempat melakukan foto bersama sebagai bentuk hangatnya jalinan ukhuwah sesama muslim.

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget