HTI Independen



Sedikit cerita kenangan itu. Saat al-faqir diamanahi sebagai Staf Humas DPD II HTI Malang yang banyak terjun dilapangan berkomunikasi dengan banyak pihak tak terkecuali dengan pihak kepolisian baik polres maupun polresta. Suatu hari al-faqir ditelp -seingat alfaqir- oleh Bimas Polresta Malang (lupa nama beliau. Beberapa waktu yg lalu dapat kabar beliau sudah wafat, beliau sangat banyak membantu kegiatan kita khususnya pengawalan dijalan saat kita masirah). Inti dari telp itu meminta kedatangannya pada waktu peringatan hari Ulang Tahun Kepolisian atau HUT Bhayangkara di halaman Balai Kota Malang. Agendanya adalah akan memberikan penghargaan kepada HTI Malang sebagai ormas terbesar dan tertertib diKota Malang. Dengan sigap al faqir langsung menyanggupi untuk hadir. Namun belum sampai disitu Bapak Bimas juga menyampaikan bahwa besok ada kenang-kenangan dari Bapak Kapolres selain surat penghargaan, souvenir juga ada sedikit uang (yang kemudian diketahui nominalnya 2juta rupiah). Mendengar hal tersebut langsung al faqir sampaikan dengan penuh hormat tanpa mengurangi hormat kami atas penghargaan itu, bahwa HTI tidak menerima amplop berupa uang dari pihak manapun. Jadi besok disampaikan tidak usah memberikan uang tersebut cukup surat penghargaan saja. Tapi beliau tetap dengan pendiriannya bahwa ini tidak ada maksud apapun selain penberian ikhlas dan sudah tugas dari Bapak Kapolres.

Esok hari kami bersama rombongan datang bersama Ust M. Sya'roni selaku Humas HTU Malang menghadiri HUT Bhayangkara di Depan Balai Kota Malang. Nampak hadir semua jajaran pejabat ditingkat Kota Malang. Mulai Wali Kota (saat itu Bapak Peni) beserta wakil dan staff, ketua DPRD dan semua jajaran, Kapolresta dan semua jajaran, Dandim dan masih banyak lagi tamu undangan.

Setelah prosesi acara selesai tibalah penghargaan itu tiba. Salah satunya kepada HTI Malang sebagai ormas terbesar dan paling tertib di kota malang. Penghargaan diwakili Humas HTI Malang Ust. Sya'roni. Setelah selesai al faqir langsung melihat beberapa souvenir yang ada dibawa Humas. Dan benar disamping souvenir dan surat penghargaan ada amplop tertera dari Kapolresta Malang. Langsung selesai diskusi kecil dengan beliaunya alfaqir membawa amplop tersebut dan membawanya ke Bapak Bimas Polresta yang saat itu juga hadir. Singkat cerita seperti sebelumnya alfaqir sampaikan bahwa secara organisatoris kita HTI tidak bisa menerima uang tersebut. Dengan segala cara al faqir membujuknya supaya bisa diterima lagi. Akhirnya tetap tidak mau juga menerima kembali. "Pak bagaimana kalau uang ini dimasukkan saja ke kotak amal Masjid Polresta." Ujar alfaqir. Sekali lagi beliau menolaknya. Al faqir tambah gusar, "Wah gimana ya, kalau uang ini masih ditangan alfaqir. Bisa bermasalah nanti ." Sambil terus berfikir sampailah ide yang tiba-tiba. "Bagaimana kalah uang ini alfaqir shodaqohkan ke Yayasan Yatim Piatu tetap atas nama kapolresta.?" . "Wah silahkan Mas", jawab beliau. Kebetulan alfaqir punta kenalan pemilik yayasan yatim piatu di sawojajar (lupa namanya) sekali dulu pernah diminta mengisi pengajian disana.

Sambil menunggu sore hati tetap gelisah karena amplop tetap ada ditangan. Jujur kalao secara pribadi alfaqir yang masih kost dan kondisi mepet saat itu butuh banget uang itu. Tapi uang ini diperuntukkan organisasi bukan individu. Akhirnya sore pun tiba tanpa menunggu lama alfaqir langsung menuju Yayasan Yatim Piatu di Sawojajar Malang. Alhamdulillah langsung disambut pengasuh yang sudah alfaqir kenal. Langsung alfaqir sampaikan maksud dan tujuan adalah mewakili bapak kapolres dalam rangka HUT Bhayangkara alfaqir diminta untuk menyerahkan sumbangan uang untuk yayasan tersebut. Dengan senang hati beliau menyambutnya. Alfaqir minta dokumentasi. Dikumpulkanlah beberapa anak-anak asuh sambil menyaksikan penyerahan sumbangan tersebut. Dan al faqir mibta kwitansi tanda bukti penyerahan sumbangan dari kapolresta malang. Setelah semua selesai hati saya terasa plong. Esok harinya berbekal kwitansi penyerahan sumbangan alfaqir menemuai Bapak Bimas Polresta Malang menyerahkan kwitansi dan alfaqir sampaikan bahwa amanah sudah alfaqir selesaikan. Beliau sangat senang sekali. Dan beliau menyadari dan menerima bahwa HTI memang tidak akan menerima sumbangan dari pihak manapun.

***

Nah, sekelumit cerita diatas hanya ingin alfaqir sampaikan bahwa HTI itu bersih sangat independen dalam hal pembiayaan. Semua kegiatannya dibiayai sendiri oleh anggotanya. Dilarang keras meminta dari luar anggota semata-mata untuk menjaga kemurnian fikrah dan independensi dalam menyampaikan islam. Kita dakwah bukan bekerja. Kami dakwah semata ikhlas karena Allah Swt semata.

Al-Faqir
(Indra Fakhruddin/Mushab Abdurrahman)

#KamiBersamaHTI

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget