Masirah Panji Rasulullah Jabar Mengingatkan Saya Pada Penaklukan Konstantinppel


.
Satu minggu terakhir ini saya ikut terlibat langsung dalam kepanitiaan Masirah Panji Rasulullah yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 1 Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat (Jabar). Perasaan saya seperti diaduk-aduk selama satu minggu terakhir ini, kadang sedih, senang, terharu, semangat, kadang pula lelah.
Saya awali pengalaman saya ketika ada sekelompok kecil organisasi masa (ormas) Islam yang melakukan penolakan terhadap keberadaaan HTI. Aksi tersebut mereka laksanakan di depan kantor DPD HTI Jabar, Jalan Jakarta, No 41, Bandung pada Rabu (12/04). Jujur, sedih tatkala melihat saudara seakidah yang menolak perjuangan dakwah HTI. Mereka mengatakan, khilafah adalah ancaman bagi NKRI. Mereka juga mengatakan HTI melakukan makar terhadap NKRI. Saya yakin, mereka belum faham terhadap kewajiban menegakkan khilafah, sehingga mereka mudah dipengaruhi dan dimainkan oleh penguasa-penguasa zalim yang membenci tegaknya khilafah.
.
Besok harinya, Kamis (13/04) ormas yang sama melakukan aksi penolakan di depan Gedung Sate, Bandung. Mereka menekan pihak aparat untuk tidak mengeluarkan STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan) dan membatalkan izin penyelenggaraan. Subhanallahu, ini adalah skenario Allah untuk menguji perjuangan hamba-Nya.
.
Alhasil, STTP tidak dikeluarkan oleh Kapolda Jabar. Padahal, HTI telah menempuh prosedur perizinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dan sebenarnya, mengeluarkan STTP adalah kewajiban Kapolda dan perlu diingat STTP bukan berarti izin kegiatan, hanya berupa pemberitahuan. Namun, apa daya kegiatan Masirah Panji Rasulullah di Monumen Perjuangan harus dibatalkan.
.
Malam harinya, saya diperlihatkan secara langsung surat pembatalan tempat yang diterima oleh rekan saya, tim acara yang dikirim melalui e-mail. Jujur, sedih saya melihatnya. Saya teringat bagaimana perjuangan rekan-rekan panitia semenjak November 2016 hingga satu hari menjelang acara, seakan sirna hanya karena aksi penolakan segelintir kecil ormas Islam.
Tapi, bukanlah cucu Muhammad Al-Fatih, jika para pejuang Islam lemah dan pasrah menerima keadaaan. Saya melihat bagaiamana rekan-rekan panitia menyiapkan segala hal untuk mensiasati agar agenda besar Masirah Panji Rasulullah ini tetap sukses dilaksanakan. Mulai dari pemidahan lokasi, mobilisasi massa, hingga strategi menyebarluaskan opini.
Kamis malam, kami menyiapkan segala hal terkait rangakaian agenda Masirah Panji Rasulullah. Meskipun tidak jadi dilaksankan di Monumen Perjuangan bukan berarti dakwah menyebarluaskan opini Syariah dan Khilafah gagal dilaksanakan. Pada Kamis (13/04) Pukul 22:30 WIB seingat saya, pesan WhatsApp masuk ke handphone saya menginstruksikan agar rekan-rekan panitia sudah berangkat dari Maktab (Kantor HTI Jabar, red) menuju Mesjid An-Nur pukul 02:00. Tentu, saya berfikir ini adalah strategi politik. Tak ada yang perlu dipertanyakan, Sami’na Wa Atha’na (kami dengar dan kami patuh), Insya Allah semua sudah direncanakan dengan matang oleh tim acara, pikir saya.
.
Seperti halnya Muhammad Al Fatih dalam membebaskan Konstantinopel, mengintruksikan pasukannya memindahkan 70 perahu melewati perbukitan tinggi pada dini hari. Gemuruh takbir menyambut keberhasilan memindahkan puluhan perahu. Tak disangka-sangka strategi itu yang menghantarkan ia kepada kemenangan. Tabligh Masirah Panji Rasulullah, sukses terselenggara di Masjid An-Nur, Bandung pada Jum’at (14/04). Ribuan peserta tumpah ruah berdatangan sejak pukul 02:30 WIB. Tua, muda, pria, wanita, memanjatkan do’a, meneteskan air mata tanda rindu tegaknya khilafah.
.
Sungguh, Allah adalah sebaik-baik pemberi jalan keluar, Ia memberikan jalan keluar pada detik-detik terakhir. Pertolongan-Nya, Ia berikan pada mereka yang istiqomah memperjuangkan Agama Allah. Dan sungguh, Allah adalah sebaik-baik pembuat makar. Makar-makar penguasa zalim yang ingin menggagalkan acara Masirah Panji Rasulullah, Ia balas dengan kesuksesan jalannya acara. Alhamdulillah. [Irfan Wahyudin, Tim Media Masirah Panji Rasulullah HTI Jabar)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget