Makar Apapun yang Mereka Lakukan, Khilafah Pasti Tegak Kembali!

“Mereka (para sahabat) telah bersepakat bahwa wajib atas kaum Muslim mengangkat seorang Khalifah (Pemimpin Khilafah, red)”



Bdg.News. Bandung. Hujan mulai mengguyur Kota Kembang semenjak pukul 14:30 WIB, kemarin siang (27/04). Hingga pukul 19:30 WIB hujan belum sempat berhenti. Namun, puluhan orang mulai berdatangan ke Mesjid Al-Hidayah, Cibeunying Kaler, Bandung menjelang pukul 16:00 WIB. Di tempat tersebut terlihat lima orang pengisi acara duduk paling depan menghadap puluhan peserta dari berbagai elemen pemuda. Lima orang tersebut adalah Pengurus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Bandung, Yuana Ryan Tresna, M.AG selaku Pembicara, kemudian empat orang selaku panelis yaitu, Ahli Hukum Tatanegara UIN Bandung, DR. H. UU Nurul Huda, S.H., M.H., Akademisi Universitas Padjadjaran (UNPAD), DR.H.Asep Agus Handaka, Akademisi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), DR. Arim Nasim, M.SI, dan Pengasuh Pondok Pesantren Baiturrahman, Ujung Berung, Bandung, KH M. Rif’at Syadli, LC,. M.AG.
Puluhan pemuda ini berkumpul untuk mendiskusi perkara yang sedang hangat saat ini, yaitu perkara “Khilafah”. Sengaja, Gerakan Mahasiswa Pembebasan Kota Bandung menggelar Diskusi Panel bertajuk “Khilafah dan Wawasan kebangsaan” dengan tujuan memberikan penjelasan kepada umat tentang kewajiban menegakkan Khilafah dan menjawab syubhat (kekurangjelasan, red) mengenai perkara tersebut.
Yuana dalam kesempatan tersebut menjelaskan, menegakkan Khilafah di tengah-tengah umat adalah kewajiban yang telah ditetapkan oleh syariah. Dosen UIN Bandung ini kemudian mengutip perkataan ulama Ahlus Sunnah, Al-Nawawi yang mengatakan, “Mereka (para sahabat) telah bersepakat bahwa wajib atas kaum Muslim mengangkat seorang Khalifah (Pemimpin Khilafah, red)”. Selaras dengan apa yang dijelaskan oleh Yuana, Arim mengatakan, istilah Khilafah secara histori dan dasar hukum sudah jelas adanya. “Namun saat ini konsepsi Khilafah terkaburkan karena merebaknya paham Sekulerisme di tengah-tengah umat”, ujarnya. Selain Arim, Rif’at memberikan pandangan mengenai Sekulerisme, Alumni Universitas Zamalik, Mesir ini mengatakan, kerusakan yang melanda negeri ini merupakan akibat dari diterapkannya paham Sekulerisme. “Karena dalam Sekulerisme, baik dan buruk dikembalikan berdasarkan akal manusia bukan berdasarkan tuntunan wahyu, sehingga penerapan hukumnya pun bersifat relatif”, ucapnya.
Mengakhiri diskusi, Arim menjelaskan, esensi Khilafah ada tiga, yaitu Ukhuwah, Syariah dan Dakwah. Ia menjelaskan, dalam Islam seluruh umat Islam adalah saudara dan Khilafah akan menyatukan seluruh umat Islam dalam satu kepemimpinan, Khilafah juga akan menerapkan syariat Islam dan menjalankan dakwah secara sempurna. Ia meyakini Khilafah akan tegak kembali meskipun para kapitalis berusaha untuk menghalanginya. “Orang-orang kapitalis sudah sadar bahwa Khilafah akan segera tegak, mereka melakukan segala cara untuk menghalangi tegaknya Khilafah, namun apapun yang mereka lakukan tidak akan mampu menghalangi tegaknya Khilafah”, pungkasnya.
Tak terasa, adzan maghrib telah berkumandang. Rasa penasaran peserta belum bisa diutarakan dan ditanyakan kepada para pembicara. Akhirnya waktu jualah yang mampu mengakhiri jalannya acara. Terdengar pembawa acara berjanji, Gerakan Mahasiswa Kota Bandung akan mengadakan diskusi panel selanjutnya dengan tajuk yang lebih hangat dan ter-update. [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget