Kisah Bocah Bocah yang Mencintai Panji Rasulullah


Bdg.News – Pagi buta itu, kulihat bocah bocah yang sedang menjunjung panji hitam (Panji Rasulullah red) memasuki masjid An Nuur Bandung. Ketika kulihat jam, ternyata masih menunjukan pukul 4.00 WIB. Bocah bocah itu memasuki masjid bersama dengan ayah mereka. Mereka mengikuti acara tabligh akbar yang diadakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia DPD 1 Jawa Barat. Acara tersebut (14 April 2017) diadakan dalam bentuk peringatan Isra mi’raj Nabi Muhammad Saw.
Kuperhatikan bocah itu mengikuti apa yang dilakukan ayahnya. Karena waktu belum memasuki waktu fajar, ayah dan bocah tersebut melaksanakan shalat tahajud terlebih dahulu. Wajah polosnya memperhatikan sang ayah sembari mengikuti gerakanya. Setelah mereka selesai melaksanakan shalat, kudekati mereka.

Bocah tersebut bernama Muhammad Faris Jawad (11). Perjuangannya menuju masjid An Nuur Bandung sangatlah mengispirasi bagi para orang tua dan anak anak. untuk mengikuti acara ini, Faris harus bangun sekitar pukul 2.00 dini hari untuk mempersiapkan keberangkatanya. Disaat anak anak lain sedang asyik tidur dan bermimpi, Faris harus bangun dan meraih mimpi mulianya, yaitu tegaknya Islam, dengan memperjuangkan Islam di jalan Allah.

Keberangkatan dari rumahnya sekitar pukul 3.00 Dini hari, karena rumahnya cukup jauh dari tempat acara. Rumahnya berada di Jatinangor, sedangkan acara berlangsung di daerah Bandung. Terhitung jarak dari rumahnya sekitar 40 KM dan harus di tempuh menggunakan mobil bersama ayahnya. Raut wajahnya tak memperlihatkan rasa penyesalan mengikuti acara ini, yang ia tampakan adalah wajah semangat dan penuh antusias mengikuti acara ini.

Tidak hanya Faris saja yang menarik perhatian ku, aku melihat ternyata banyak bocah bocah yang bahkan lebih muda dari Faris, diantaranya: Adnan (8), Naufal (8), Ziyad (9), Amar (10), Umar (11)
Alasan keberangkatan para bocah ini ialah kecintaanya pada Panji Rasulullah. “Aku Cinta Panji Rasulullah”, kurang lebih begitulah yang mereka katakan kepada tim bdg.news. kecintaan mereka kepada Panji Rasulullah ini membuat mereka rela jauh jauh mengikuti acara ini. Alasan mereka bukan hanya karena ajakan orang tua saja, tetapi karena keyakinan yang tertanam dalam diri mereka.
Ketika MC memerintahkan untuk mengibarkan panji yang digenggamnya, gelora semangat terlihat  di wajah mereka. Kulihat matanya berbinar dan bibirnya menampakan senyuman. Tak terlihat rasa kantuk di wajahnya, padahal sedikit sekali waktu tidur mereka. Yang kulihat adalah mereka semangat mengibarkan Panji Rasulullah yang mereka genggam.[mrbd]



Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget