Ketua DPP HTI: “Maukah Saudara Disebut Orang Tuli, Karena Menolak Kewajiban Menegakkan Khilafah?”



Bdg.News. Bandung. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 1 Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat (Jabar) sukses menggelar Tabligh Akbar dan Kirab Panji Rasulullah pada Sabtu, 15 April 2017. Acara ini dilaksanakan dalam rangkaian agenda akbar Masirah Panji Rasulullah bertajuk “Khilafah Kewajiban Syar’i, Jalan Menuju Kebangkitan Umat”. Acara yang dimulai pada pukul 06:30 WIB ini dilaksanakan di depan Kantor HTI Jabar, Jalan Jakarta No 41, Bandung. Sebagaimana pantauan Bdg.News ribuan peserta memadati ruas-ruas jalan sekitar lokasi acara.
Bertindak sebagai pembicara, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) HTI, Rokhmat S. Labib mengatakan, menurut Imam Qurthubi menegakkan khilafah adalah kewajiban yang diwajibkan oleh Allah Swt dan tidak ada perbedaan pendapat tentang hal itu diantara kalangan al umah dan ulama, kecuali bagi mereka orang-orang yang tuli.
“Maukah saudara-saudara disebut orang tuli, karena menolak kewajiban menegakkan khilafah?”, tanya Rokhmat lalu dijawab serentak oleh ribuan peserta dengan teriakan “Tidak”. Ia merasa aneh jika ada yang mengggap khilafah sebagai ancaman. “Kalau ada yang menganggap khilafah adalah ancaman, dapatkah mereka mengatakan bahwa hukum Allah merupakan sebuah ancaman?” tanya Rokhmat.

“Justru, Liberalisme-lah yang menjadi ancaman negeri ini!”, tegas Rokhmat. Senada dengan apa yang disampaikan oleh Rahmat, Ketua DPD 1 HTI Jabar, Muhammad Ryan mengatakan, musuh kita bersama adalah Kapitalisme, Neo-Liberalisme, dan Sekulerisme, ucap ia saat Konferensi Pers Masirah Panji Rasulullah, Rabu, 12 April 2017 di Kantor HTI Jabar. “HTI sangat mencintai Indonesia. HTI ingin Indonesia menjadi lebih baik. Indonesia akan menjadi lebih baik dengan ditegakkannya khilafah, dan diterapkannya hukum-hukum yang bersumber dari Allah yang maha baik”, tegasnya. [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget