DPP HTI: “Kalau Ada yang Menyelisihi Wajibnya Menegakkan Khlafah, Tidak Perlu Dianggap. Sebab, Itu adalah Pendapat yang Menyimpang”

DPP HTI: “Kalau Ada yang Menyelisihi Wajibnya Menegakkan Khlafah, Tidak Perlu Dianggap. Sebab, Itu adalah Pendapat yang Menyimpang”



Bdg.News. Bandung. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 1 Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat (Jabar) mengadakan Tabligh Akbar dalam rangka Masirah Panji Rasulullah pada Jum’at, 14 April 2017 dengan mengangkat tema “Khilafah Kewajiban Syar’i, Jalan Menuju Kebangkitan Umat”. Dalam kesempatan tersebut Dewan Pengurus Pusat (DPP) HTI, Abu Zaid selaku pembicara tabligh mengatakan, menegakkan khilafah merupakan kewajiban syar’i. artinya, wajibnya menegakkan khilafah didasarkan dalil-dalil syara’. “Kalau ada yang menyelisihi, maka tidak perlu dianggap. Sebab, itu adalah pendapat yang menyimpang”, ujarnya. 
Saat ditanya alasan mengapa acara ini dilaksanakan Jum’at dini hari. Humas HTI Jabar, Luthfi Afandi mengatakan, acara ini sengaja dilaksanakan Jum’at dini hari karena ia yakin orang-orang yang memperjuangkan Islam, telah terbiasa untuk bangun dini hari. “Terbukti, sebagian besar peserta berdatangan sebelum adzan subuh berkumandang”, ujarnya. Selain itu, hari jum’at dipilih karena hari jum’at adalah sayidul ayyam (penghulu hari, red). Lebih lanjut ia mengatakan, semoga keberkahan hari Jum’at semakin menambah keberkahan acara. “Jum’at Berkah, Semakin Berkah Dengan Memperjuangkan Syariah dan Khilafah”, ucapnya.
Acara yang bertempat di Mesjid An-Nur, Bandung ini dihadiri oleh ribuan umat Islam dari berbagai elemen umat. Randy, salah seorang peserta, mengaku datang ke tempat acara sebelum adzan subuh berkumandang. Ia mengatakan, kedatangannya semata-mata karena merindukan persatuan umat Islam. “Saya sangat mencintai Panji Rasulullah Saw, saya berharap umat Islam dapat bersatu dalam naungan Panji Rasulullah Saw.”, ucap Mahasiswa Universitas Jendral Ahmad Yani (Unjani) Bandung ini. Lain Randy, Syarif mengatakan hadirnya ke tempat ini demi memperjuangkan agama Allah Swt. “Saya ingin menjadi bagian dari penolong agama Allah”, ucapnya.
Sebagaimana pantauan Bdg.News, sejak pukul 04:30 sampai 06:30 WIB peserta mengikuti jalannya acara dengan tertib dan khidmat. Bahkan terlihat sebagian peserta meneteskan air mata saat memanjatkan doa yang dipimpin oleh Umar Fadilah. Dalam kesempatan tersebut, Umar memanjatkan do’a agar Allah Swt segera menurunkan pertolongan-Nya berupa tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah agar negeri-negeri Islam terbebas dari penindasan negara-negara penjajah. [IW]


Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget