April 2017


Bdg.News – Pagi buta itu, kulihat bocah bocah yang sedang menjunjung panji hitam (Panji Rasulullah red) memasuki masjid An Nuur Bandung. Ketika kulihat jam, ternyata masih menunjukan pukul 4.00 WIB. Bocah bocah itu memasuki masjid bersama dengan ayah mereka. Mereka mengikuti acara tabligh akbar yang diadakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia DPD 1 Jawa Barat. Acara tersebut (14 April 2017) diadakan dalam bentuk peringatan Isra mi’raj Nabi Muhammad Saw.
Kuperhatikan bocah itu mengikuti apa yang dilakukan ayahnya. Karena waktu belum memasuki waktu fajar, ayah dan bocah tersebut melaksanakan shalat tahajud terlebih dahulu. Wajah polosnya memperhatikan sang ayah sembari mengikuti gerakanya. Setelah mereka selesai melaksanakan shalat, kudekati mereka.

Bocah tersebut bernama Muhammad Faris Jawad (11). Perjuangannya menuju masjid An Nuur Bandung sangatlah mengispirasi bagi para orang tua dan anak anak. untuk mengikuti acara ini, Faris harus bangun sekitar pukul 2.00 dini hari untuk mempersiapkan keberangkatanya. Disaat anak anak lain sedang asyik tidur dan bermimpi, Faris harus bangun dan meraih mimpi mulianya, yaitu tegaknya Islam, dengan memperjuangkan Islam di jalan Allah.

Keberangkatan dari rumahnya sekitar pukul 3.00 Dini hari, karena rumahnya cukup jauh dari tempat acara. Rumahnya berada di Jatinangor, sedangkan acara berlangsung di daerah Bandung. Terhitung jarak dari rumahnya sekitar 40 KM dan harus di tempuh menggunakan mobil bersama ayahnya. Raut wajahnya tak memperlihatkan rasa penyesalan mengikuti acara ini, yang ia tampakan adalah wajah semangat dan penuh antusias mengikuti acara ini.

Tidak hanya Faris saja yang menarik perhatian ku, aku melihat ternyata banyak bocah bocah yang bahkan lebih muda dari Faris, diantaranya: Adnan (8), Naufal (8), Ziyad (9), Amar (10), Umar (11)
Alasan keberangkatan para bocah ini ialah kecintaanya pada Panji Rasulullah. “Aku Cinta Panji Rasulullah”, kurang lebih begitulah yang mereka katakan kepada tim bdg.news. kecintaan mereka kepada Panji Rasulullah ini membuat mereka rela jauh jauh mengikuti acara ini. Alasan mereka bukan hanya karena ajakan orang tua saja, tetapi karena keyakinan yang tertanam dalam diri mereka.
Ketika MC memerintahkan untuk mengibarkan panji yang digenggamnya, gelora semangat terlihat  di wajah mereka. Kulihat matanya berbinar dan bibirnya menampakan senyuman. Tak terlihat rasa kantuk di wajahnya, padahal sedikit sekali waktu tidur mereka. Yang kulihat adalah mereka semangat mengibarkan Panji Rasulullah yang mereka genggam.[mrbd]




Bdg.News – Menguat isu dari netizen yang menginginkan home base Persib Bandung kembali ke SJH (Si Jalak Harupat), survey yang dilakukan akun Instagram @persibworld, Ahad (16/4/2017) lalu memposting pertanyaan  “balik ka SJH deui satuju teu ?? (kembali lagi ke (home base/red)  SJH bagaimana, setuju tidak?)

Berbagai macam jawaban dilontarkan Bobotoh ada yang menyampaikan setuju dan tidak,
akun @ryosa16 menuliskan “satujuuuuuu make pisan”, begitupula dengan akun
@ginanjarr_ “Setuju, lebih magis sjh”.

Adapun yang tidak setuju atas survey yang dilontarkan
@agusavk “piraku rek jiga Persija numpang wae jg naon nyieun ari teu dipake mah…”
Dibalik ke-angker-an BLA

Ke-angker-an BLA juga dirasakan oleh bobotoh yang datang langsung ke stadion.
@syahrulsliper mengomentari survey tersebut “satuju lah meh teu loba maling”.
Ada juga akun @iksan_708  menuliskan “satuju, di GBLA loba Bangsat wa” (wa=Haji Umuh/red)
@asrielibra “ GBLA mah loba preman na… jadi teu nyaman.

Terlepas dari cuitan netizen terhadap stadion baru kota Bandung, kita semua berharap agar semua infrastrukur dan keamanan dapat menjamin bobotoh maupun tim lain saat Persib bertanding. (die)


Bdg.News -- Regenerasi pelajar peduli lingkungan sangat penting bagi kelangsungan alam untuk tetap hijau' ujar ketua LSM KSPL Kreatif sudarwan, senin (24/4/2017) pada peringatan hari menanam pohon sedunia  di pendopo kecamatan ujungberung Bandung.

ketua LSM KSPL kreatif, sudarwan telah menanam pohon sejak tahun 2017 diberbagai daerah di Jawabarat. Garut, Sumedang, Bandung dan kabupaten Bandung menjadi sasaran bagi LSM KSPL untuk ditanami pohon, Sudarwan menilai daerah tersebut terkategori lingkungan yang gersang.

Belum lama ini, LSM KSPL kreatif juga menanam pohon di daerah Lembang yang terkena longsor.
Camat Ujungberung, taufik, mengapersiasi kegiatan yang dilakukan oleh LSM KSPL kreatif, pasalnya, pihaknya mengaku kagum dengan negeri Korea, pasalnya, di negeri gingseng tersebut lingkungannya bersih, airnya jernih berbeda dengan di indonesia, yang masih kotor dan lingkungannya tidak terawat. dengan adanya LSM KSPL kreatif, diharapkan kota Bandung menjadi kota yang rimbun dan dipenuhi oleh pohon.

disinggung program one man man tree, camat ujungberung menggambarkan, jika penduduk kota Bandung ada 3 juta jiwa, maka jika semua melakukan penanaman sesuai program tersebut, cita-cita Bandung menjadi kota rimbun,  menghasilkan udara bersih serta menghasilkan air sungai yang jernih akan terwujud.

hal serupa disampaikan oleh perwakilan bagian hukum kota Bandung, M. Djumhana, SH, MH, menjaga lingkungan adalah tugas kita bersama, pasalnya, setiap kerusakan yang ada dibumi ini adalah perbuatan tangan-tangan manusia, maka yang bertugas menjaga agar lingkungan tetap asri adalah manusia itu sendiri.

peringatan hari menanam pohon sedunia ini dihadiri oleh pelajar smp negeri 8 kota Bandung, smp gema pancasila, smp gantra,  MUI kec. Ujungberung, Majelis taklim Al-Ikhlas ujungberung, AMS,  Pemuda tani pasanggrahan, serta perwakilan pejabat pemerintah kota Bandung. (AH)




BDG.NEWS, Fakfak - Terdapat persoalan besar yang terjadi pada kehidupan umat Islam saat ini. Salah satunya, umat Islam mulai melupakan masjid.

Da'i asal Papua, Ustaz Fadlan Garamatan mengatakan, umat hanya sibuk bekerja namun melalaikan untuk beribadah di masjid. Padahal, kata dia, semestinya mereka mencari cara untuk mendapatkan rahmat Allah SWT.

"Hari ini hanya rumah, kantor, masjid tidak perlu," ujar Ustaz Fadlan dihadapan warga Kampung Wambar, Distrik Timur Tengah, Fakfak, Papua Barat, Sabtu (22/4).

Menurutnya, suami istri harus saling mengingatkan. Istri harus ikut mendorong suaminya agar selalu rajin beribadah di masjid.

Pasalnya, katanya, istri akan berdosa jika tidak mendorong suaminya pergi ke masjid. Namun kenyataan justru berbeda. Ia menilai, istri saat ini akan memarahi suami jika tidak pergi bekerja.

"Apakah kita meninggal bawa harta? Jawabannya tidak," kata Ustaz Fadlan yang juga Presiden Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) ini.

Ia menegaskan, Allah hanya akan menanyakan amal perbuatan ketika meninggal. Salah satunya tentang shalat.

Menurut Ustaz Fadlan, jika shalat seseorang tidak baik maka semua nilai amal akan berguguran. Karena itu, ia meminta, agar selalu menjaga masjid.

Sumber: Republika
Editor : Hadi Rasyidi



BDG.NEWS, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meramal Indonesia itu akan jadi negara hebat tahun 2045 ke depan, jika defisit ekonomi tidak turun dari 5%. Selain itu, demografi serta komptetitifnya anak muda dalam menunjang kemajuan ekonomi juga menentukan serta tidak ada krisis-krisis sosial politik.
Ridwan menjelaskan Blue Economy atau ekonomi kelautan/kemaritiman seharusnya bisa jadi prioritas penyumbang kemajuan ekonomi karena Indonesia merupakan negara maritim yang punya kekayaan di bidang kelautan dan perikanan.
“Potensi blue economy ini sangat banyak, selama ini kan dinomersekiankan,” kata walikota saat seminar nasional IORA Financing Blue Economy di Hotel Hilton Bandung, Kamis (20/4/17).
Pariwisata, transportasi, perikanan, serta berbagai potensi lainya bisa menjadi penyumbang kekayaan jika budaya masyarakat Indonesia yang selama ini justru bergeser ke budaya darat
“Indonesia ini merupakan negara yang luar biasa. Kita orang Indonesia ini terlalu bergeser ke budaya hidup darat. Budaya hidup di laut seolah menjadi asing bagi kita,” ungkapnya.
Sumber: balebandung


BDG.NEWS, Bandung - Ada pemandangan berbeda dari hari biasanya di Rumah Tahanan (rutan) Kebonwaru, Bandung‎, Kamis (20/4) pagi kemarin. Sebab, sebanyak 120 warga binaan berbondong-bondong datang ke Masjid Al Hidayah, yang ada di area tengah rutan klas 1 tersebut. Ya, mereka akan menghatamkan 30 juz Alquran secara kolektif.
Memakai baju koko dan sarung serta peci di kepala, para warga binaan duduk membuat shaf secara rapih. Masing-masing orang memegang Alquran. Satu layar ukuran sedang terpasang di belakang shaf yang dibentuk para warga binaan.
Saat komando dari pembimbing dibuka, warga binaan pun mulai membaca satu per satu ayat suci Alquran, dimulai dari surat Al Fatihah. Alunan merdu ayat suci pun terdengar menggema di kawasan tersebut.
"Saya kebagian surat An-Nur. Satu juz dibagi empat," kata Bambang (43) narapidana yang divonis empat tahun karena kasus narkoba itu.
Menurut dia kegiatan dalam rangka menyambut hari pemasyarakatan ke-53 itu cukup baik. "Alhamdulilah ini bagus kegiatannya biar tingkatkan pembinaan rohani."
Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar Susy Susilawati dan Kepala Rutan Kebonwaru Yuniarto mengatakan, selain di Rutan Kebonwaru, ada 5.000 lebih warga binaan lainnya ikut dalam program hatam Alquran.
"Kegiatan ini tidak hanya di kita (Rutan Kebonwaru), tapi serentak di seluruh Rutan dan Lapas sebanyak 33 di Jabar dengan lima ribu warga binaan," terangnya.
Kegiatan ini jelas akan meningkatkan keimanan seseorang. "Karena mereka di dalam lapas bisa menamatkan Alquran. Sementara di luar, mereka tak bisa melakukannya, bahkan melupakannya," terangnya.
Susy mengatakan, warga binaan yang mampu menghatamkan Alquran mendapat penilaian khusus. Penilaian itu nantinya bisa menjadi indikator pemberian remisi warga binaan karena sudah berkelakuan baik dengan menjalankan ibadah.
Sumber: merdeka




BDG.NEWS, Bandung - Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPAS) Sarimukti saat ini kondisinya sudah hampir over kapasitas.
Koordinator Badan Pengelola Sampah Regional (BPSR) Jawa Barat di TPA Sarimukti Iwan Syarifudin mengaku kondisi Sarimukti mendekati ambang batas. Sebab, dari empat zona yang ada, saat ini hanya satu zona yang masih dipakai sebagai lokasi tempat penampungan sampah, yakni zona empat.
Menurutnya, tempat penampung sampah di zona empat ini dilakukan dengan metode pengelolaan control landfill (pemadatan ) Sementara untuk zona dua dan tiga sudah tidak digunakan lagi.
Iwan memaparkan, untuk zona satu sudah dilakukan pemadatan dengan timbunan sampah. Hal itu untuk mencegah timbulnya biogas yang sangat tinggi. Selain itu, Control landfill sendiri merupakan metode pengelolaan sampah dengan cara pemadatan dan penimbunan sampah dengan tanah sampai batas-batas tertentu di akhir pengelolaannya.
“Ini menjadi alasan terkait rencana adanya perluasan lokasi penampungan sampah di TPA Sarimukti,”jelas Iwan ketika ditemui di lokasi kemarin (18/4)
Untuk mengatasi masalah ini, rencanannya pemprov Jabar akan membuka tempat pengelolaan sampah baru di Legok Nangka, Nagreg Kabupaten Bandung. Bahkan, akan dijadikan TPA bagi kota/kabupaten di Bandung Raya.
Kendati upaya ini, sepertinya masih menemui kendala. Sebab, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Legok Nangka kemungkinan sampai akhir tahun ini belum siap untuk menampung seiring, belum selesainya peralatan pengelolaan sampah.
Untuk itu, Pemprov Jabar sudah mengajukan perpanjangan masa guna Sarimukti hingga 2018 yang sebelumnya telah habis pada 2017 ini
Selain itu, untuk menambah daya tampung rencananya akan dilakukan perluasan pembuangan ke sebelah timur TPA yang luasnya diestimasikan sekitar 10-20 hektare jika perpanjangan kontrak dilakukan hingga 2021. Dari perluasan itu, selain lahan Perhutani ada juga sebagian kecil lahan warga yang mesti dibebaskan.
“Ada juga lahan warga yang terkena perluasan TPA nanti tapi jumlahnya tidak banyak,” ujarnya sambil menyebutkan, luas TPA Sarimukti berdasarkan kesepakatan antara Pemerintah Provinsi, BPSR Jabar, dan Perhutani sebelumnya mencapai 28 hektare.
Volume sampah yang masuk ke TPA Sarimukti saat ini sekitar 1.700 ton/hari. Sementara itu, biaya Kompensasi Jasa Pelayanan (KJP) ditetapkan Pemprov Jabar sejak Januari 2017 ini, yaitu Rp50.000/ton sampah.
“Dengan adanya rencana perluasan nanti diharapkan zona akan semakin luas untuk menampung sampah,” pungkas dia.
Sumber : jabarexpress



Tiga Mahasiswa Universitas Bangka Belitung mengharumkan nama Negeri Serumpun Sebalai, Bangka Belitung dengan membawa pulang Juara III dalam lomba inovasi kuda-kuda di Universitas Tadulako. yang lebih mengimbirakan adalah mahasiswa ini dengan gagah membentangkan bendera yang menjadi kebanggaan umat islam yaitu panji Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam.


Adapun mahasiswa tersebut adalah :
Muhammad Fajar Febriansyah, Mahasiswa Teknik Sipil semester 8Muhammad Novriyansyah Mahasiswa Teknik Sipil semester 8Muhammad Firhand, Mahasiswa Teknik Sipil semester 6Lomba National Steel Truss Innovation Contest, yakni merencanakan, menginovasikan, dan membuat kuda-kuda dari baja. Perlombaan ini dalam bentuk presentasi, merancang, dan menguji kuda-kuda. Perlombaan ini dilaksanakan di Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah yang diikuti mahasiswa nasional.

Sebelumnya tiap Finalis, peserta melewati tahap seleksi Proposal. Setelah melewati tahap proposal lalu Finalis mempresentasikan dan membuat karya di Universitas Tadulako tanggal 17 dan 18 April 2017.

Tim Bujang Girang menjadi perwakilan Universitas Bangka Belitung yang berhasil lolos ke babak final, dengan 6 tim lainnya dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Tadulako 2 Tim, Universitas Lampung, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, dan Universitas Sultan Agung Tirtayasa.

Dalam Kompetisi ini, Tim Bujang Girang berhasil menyelesaikan perakitan dalam waktu 3,5 jam yang diberikan juri dengan 4 tim lainnya yakni dari UGM, 2 Tim UNTAD.

Konsep yang kuda-kuda tim Bujang Girang ini mengangkat konsep lokal.  Dengan nama Kuda kuda: Kude-kude Tudung Saji yang mana merupakan benda khas ketika ada kegiatan menganggung di Bangka Belitung.

Kude-kude Tudung Saji ini berhasil menjadi kuda-kuda terkokoh dibandingkan kuda-kuda yang berhasil dibuat oleh 4 tim. Kuda-kuda ini berhasil mencapai ketahanan terhadap beban rencana 500 kg, dan pada angka 510 kg masih kokoh hingga tidak dilakukan Pembebanan lagi.

Dalam mengikuti lomba ini diharapkan oleh mengasah kemampuan peserta untuk bisa menerapkan ilmu yang ada di kampus dan memberikan inovasi dalam dunia konstruksi.

Dakwah Pantang Pudar, Prestasi Terus Bersinar

Dua Aktivis dakwah dari dua organisasi berbeda di Bangka Belitung mencatatkan nama sebagai mahasiswa aktif dan berprestasi.  Yakni Muhammad Novriyansyah dan Muhammad Firhand. Mahasiswa yang berbeda angkatan dari Jurusan Teknik Sipil UBB ini mengukir nama sebagai Tim Bujang Girang yang menguasai Lomba Rancang Kuda-kuda tingkat Nasional di Universitas Tadulako Palu (17-18 April).

Muhammad Novriyansyah adalah mahasiswa fakultas teknik angkatan 2013 sebagai anggota Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Bangka Belitung juga binaan Hizbut Tahrir Indonesia Provinsi Bangka Belitung. HTI Babel sangat konsen mendidik Mahasiswa binaanya untuk tidak hanya paham Agama Islam tapi juga mahir di bidang tekonologi dan sains. Mahasiswa ini aktif dalam organisasi internal kampus UBB dan sempat juga mengukir prestasi lain antaranya :
Finalis Kompetisi Jembatan Indonesia XII KEMENRISTEK Tahun 2016.Juara I Lomba Komik DigitalCreanotifestHIMA Multimedia Broadcasting, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Surabaya Tahun 2015.Juara III Nasional Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional ITENAS, Bandung Tahun 2015.Juara III Nasional  Call For Paper Audit Sistem Gedung Berdasarkan Konsep BGH PIP2B Babel Tahun 2016Finalis National Fibrous Concrete Competition Jurusan Teknik Sipil, Universitas Negeri Malang Tahun 2015.Dan menjadi peserta beberapa peserta lomba nasional maupun internasional.

Selain itu pula, Novri pernah ikut dalam kepengurusan di organisasi internal kampus seperti : Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) UBB tahun 2014-2015, Menteri Sekretaris Negara Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UBB tahun 2015-2016. Juga pernah diamanahkan menjadi Koordinator Forum Intelektual Mahasiswa (FIM)  Babel tahun 2015-2016.

Sedangkan Muhammad Firhand merupakan adik tingkatnya. Keaktifannya terlihat ketika baru memasuki semester 3 yang dipercaya sebagai Menteri Kajian Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UBB tahun 2015-2016 dan saat ini diamanahkan sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil.

Sebelum menjuarai lomba kuda-kuda ini, Firhand juga mendapatkan penghargaan dalam Call For Paper Audit Sistem Gedung Berdasarkan Konsep BGH PIP2B Babel Tahun 2016 dan juga memiliki IPK sementara diatas 3,5.

Firhand memiliki peran yang besar dalam mengembangkan dakwah Gema Pembebasan Babel sekaligus beliau adalah binaan Hizbut Tahrir Indonesia Bangka Belitung. beliau selalu hadir dalam pergerakan gema pembebasan di Babel, ia turut serta dalam kegiatan internal maupun undangan kegiatan dari organisasi lain.

Keaktifan mereka dalam aktivitas dakwah dan mengembangkan potensi dan prestasi menjadi motivasi bagi pengemban dakwah di kampus. Tak jarang setiap kegiatan, maupun kontak dakwah mereka akan kita temui. Bahkan sampai hari sebelum keberangkatan ke Sulawesi Tengah, mereka masih aktif dalam kegiatan Masirah Panji Rasulullah SAW di Kota Pangkalpinang.

Hal yang menarik ketika pembagian hadiah juara dan foto sebagai jawara di Kampus Universitas Tadulako, mereka mengibarkan bendera Bendera Putih bertuliskan Al Liwa yang mereka sebut Al Liwa. Novri mengatakan “Rasa bangga kami terhadap bendera Rasulullah ini dan menunjukkan bahwa tulisan di dalam bendera tersebut yang senantiasa memotivasi kami dalam kehidupan untuk bisa berprestasi dan terus berkarya yang dipersembahkan kepada Sang Pencipta Kehidupan, dan tentu yang akan membahagiakan orang-orang sekitar kami baik itu keluarga dan masyarakat sekitar, maupun negeri Indonesia yang kami cintai ini. “

Pesan Buat Pengemban Dakwah

Novri dan Firhand memiliki pesan bagi adik-adik pengemban dakwah. Novri berpesan “Dakwah itu adalah aktivitas mulia. Aktivitas yang membuat kita dan orang lain berusaha untuk senantiasa berada di jalan kebaikan dan kebenaran. Kecintaan kita terhadap sesuatu juga harus benar, terutama cinta kepada kampus. Kita berdakwah merupakan salah satu bukti  cinta kita terhadap apapun, bisa itu cinta bagi orang tua, orang lain, Kampus, negeri ini, dan lainnya. Dan dakwah inilah yang memicu kita untuk berprestasi terutama di kampus. Bukan karena prestasi kita lalu berdakwah, tapi karena dakwah kita akan terus berprestasi yang bukan hanya di mata manusia tetapi di hadapan Allah SWT. “
Firhand mengatakan “ Dakwah bukanlah suatu hal yang harus ditakuti akan mengganggu prestasi kita, karena sejatinya tugas kita di dunia ini sebenarnya adalah untuk berdakwah, dan prestasi dunia merupakan reward yang Allah berikan untuk kita. So,  jangan tinggalkan dakwah sesibuk apapun kita. Apalagi yang sudah banyak prestasi di dunia seharusnya lebih giat berdakwah sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan – Nya.” (Adskan/Novri). [www.tribunislam.com]


.
Satu minggu terakhir ini saya ikut terlibat langsung dalam kepanitiaan Masirah Panji Rasulullah yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 1 Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat (Jabar). Perasaan saya seperti diaduk-aduk selama satu minggu terakhir ini, kadang sedih, senang, terharu, semangat, kadang pula lelah.
Saya awali pengalaman saya ketika ada sekelompok kecil organisasi masa (ormas) Islam yang melakukan penolakan terhadap keberadaaan HTI. Aksi tersebut mereka laksanakan di depan kantor DPD HTI Jabar, Jalan Jakarta, No 41, Bandung pada Rabu (12/04). Jujur, sedih tatkala melihat saudara seakidah yang menolak perjuangan dakwah HTI. Mereka mengatakan, khilafah adalah ancaman bagi NKRI. Mereka juga mengatakan HTI melakukan makar terhadap NKRI. Saya yakin, mereka belum faham terhadap kewajiban menegakkan khilafah, sehingga mereka mudah dipengaruhi dan dimainkan oleh penguasa-penguasa zalim yang membenci tegaknya khilafah.
.
Besok harinya, Kamis (13/04) ormas yang sama melakukan aksi penolakan di depan Gedung Sate, Bandung. Mereka menekan pihak aparat untuk tidak mengeluarkan STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan) dan membatalkan izin penyelenggaraan. Subhanallahu, ini adalah skenario Allah untuk menguji perjuangan hamba-Nya.
.
Alhasil, STTP tidak dikeluarkan oleh Kapolda Jabar. Padahal, HTI telah menempuh prosedur perizinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dan sebenarnya, mengeluarkan STTP adalah kewajiban Kapolda dan perlu diingat STTP bukan berarti izin kegiatan, hanya berupa pemberitahuan. Namun, apa daya kegiatan Masirah Panji Rasulullah di Monumen Perjuangan harus dibatalkan.
.
Malam harinya, saya diperlihatkan secara langsung surat pembatalan tempat yang diterima oleh rekan saya, tim acara yang dikirim melalui e-mail. Jujur, sedih saya melihatnya. Saya teringat bagaimana perjuangan rekan-rekan panitia semenjak November 2016 hingga satu hari menjelang acara, seakan sirna hanya karena aksi penolakan segelintir kecil ormas Islam.
Tapi, bukanlah cucu Muhammad Al-Fatih, jika para pejuang Islam lemah dan pasrah menerima keadaaan. Saya melihat bagaiamana rekan-rekan panitia menyiapkan segala hal untuk mensiasati agar agenda besar Masirah Panji Rasulullah ini tetap sukses dilaksanakan. Mulai dari pemidahan lokasi, mobilisasi massa, hingga strategi menyebarluaskan opini.
Kamis malam, kami menyiapkan segala hal terkait rangakaian agenda Masirah Panji Rasulullah. Meskipun tidak jadi dilaksankan di Monumen Perjuangan bukan berarti dakwah menyebarluaskan opini Syariah dan Khilafah gagal dilaksanakan. Pada Kamis (13/04) Pukul 22:30 WIB seingat saya, pesan WhatsApp masuk ke handphone saya menginstruksikan agar rekan-rekan panitia sudah berangkat dari Maktab (Kantor HTI Jabar, red) menuju Mesjid An-Nur pukul 02:00. Tentu, saya berfikir ini adalah strategi politik. Tak ada yang perlu dipertanyakan, Sami’na Wa Atha’na (kami dengar dan kami patuh), Insya Allah semua sudah direncanakan dengan matang oleh tim acara, pikir saya.
.
Seperti halnya Muhammad Al Fatih dalam membebaskan Konstantinopel, mengintruksikan pasukannya memindahkan 70 perahu melewati perbukitan tinggi pada dini hari. Gemuruh takbir menyambut keberhasilan memindahkan puluhan perahu. Tak disangka-sangka strategi itu yang menghantarkan ia kepada kemenangan. Tabligh Masirah Panji Rasulullah, sukses terselenggara di Masjid An-Nur, Bandung pada Jum’at (14/04). Ribuan peserta tumpah ruah berdatangan sejak pukul 02:30 WIB. Tua, muda, pria, wanita, memanjatkan do’a, meneteskan air mata tanda rindu tegaknya khilafah.
.
Sungguh, Allah adalah sebaik-baik pemberi jalan keluar, Ia memberikan jalan keluar pada detik-detik terakhir. Pertolongan-Nya, Ia berikan pada mereka yang istiqomah memperjuangkan Agama Allah. Dan sungguh, Allah adalah sebaik-baik pembuat makar. Makar-makar penguasa zalim yang ingin menggagalkan acara Masirah Panji Rasulullah, Ia balas dengan kesuksesan jalannya acara. Alhamdulillah. [Irfan Wahyudin, Tim Media Masirah Panji Rasulullah HTI Jabar)


Bdg.News – Sekitar pukul 13.30, Kota Bandung diguyur hujan deras sekaligus Hujan Es (19 April 2017). Beberapa saksi mata menuturkan bahwasanya. Tak hanya hujan es, angin dan petir pun bergemuruh kencang ketika hujan. Hujan mengguyur beberapa daerah di Kota Bandung, yaitu daerah Sekeloa, Kiara Condong, Antapani, Gatot Subroto, Buah Batu dan beberapa daerah lainya.

Seorang saksi mata menuturkan bahwa beberapa atap seng dirumahnya berterbangan terbawa angin. Bahkan di beberapa daerah baligo dan pohon tumbang di area jalan dan menimpa Kendaraan.

Oleh: @m.randy.bd

Baligo Runtuh di Antapani (19 April 2017)

Bdg.News – Sekitar pukul 13.30, Kota Bandung diguyur hujan deras sekaligus Hujan Es (19 April 2017). Beberapa saksi mata menuturkan bahwasanya. Tak hanya hujan es, angin dan petir pun bergemuruh kencang ketika hujan. Hujan mengguyur beberapa daerah di Kota Bandung, yaitu daerah Sekeloa, Kiara Condong, Antapani, Gatot Subroto, Buah Batu dan beberapa daerah lainya.
Seorang saksi mata menuturkan bahwa beberapa atap seng dirumahnya berterbangan terbawa angin. Bahkan di beberapa daerah baligo dan pohon tumbang di area jalan dan menimpa Kendaraan.



Oleh: @m.randy.bd



Sebuah mobil tertindi baligo besar saat hujan es mengguyur kota Bandung (19 April 2017)

Bdg.News – Sekitar pukul 13.30, Kota Bandung diguyur hujan deras sekaligus Hujan Es (19 April 2017). Beberapa saksi mata menuturkan bahwasanya. Tak hanya hujan es, angin dan petir pun bergemuruh kencang ketika hujan. Hujan mengguyur beberapa daerah di Kota Bandung, yaitu daerah Sekeloa, Kiara Condong, Antapani, Gatot Subroto, Buah Batu dan beberapa daerah lainya.

 Baligo Runtuh di Daerah Antapani


@m.randy.bd
 
 



 Sebuah Baligo Runtuh di Daerah Antapani (19 April 2017)

Bdg.News – Sekitar pukul 13.30, Kota Bandung diguyur hujan deras sekaligus Hujan Es (19 April 2017). Beberapa saksi mata menuturkan bahwasanya. Tak hanya hujan es, angin dan petir pun bergemuruh kencang ketika hujan. Hujan mengguyur beberapa daerah di Kota Bandung, yaitu daerah Sekeloa, Kiara Condong, Antapani, Gatot Subroto, Buah Batu dan beberapa daerah lainya.

Seorang saksi mata menuturkan bahwa beberapa atap seng dirumahnya berterbangan terbawa angin. Bahkan di beberapa daerah baligo dan pohon tumbang di area jalan dan menimpa Kendaraan.

Oleh: @m.randy.bd

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget