Orang Yang Merokok Itu Harus Ditolong




BDG.NEWS, Bandung - Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Kota Bandung, dokter Nina Mana Rosana mengatakan, orang yang merokok itu alay dan tidak keren. Menurutnya para perokok bukanlah orang sehat, secara kejiwaan mereka mengalami gangguan karena ketergantungan terhadap sesuatu yang tidak wajar.

“Siapa bilang perokok itu keren, orang yang merokok itu alay! Mereka adalah orang yang harus kita tolong, karena bahayanya akan dirasakan oleh perokok pasif. Untuk itu kita membuat Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang kawasan tanpa rokok,” tuturnya kepada PRFM, Jumat (23/2/2017).

Ia menyampaikan, kawasan tanpa rokok harus mengutamakan lingkungan pendidikan dan pelayanan kesehatan. Dalam radius 500 meter, 100 persen tidak boleh ada yang merokok.

“Selain itu kita juga membuat aturan siapa saja yang boleh menjual rokok dan siapa saja yang boleh membeli rokok. Yang boleh membeli rokok hanya yang berusia 18 tahun ke atas, jika ada yang menjual diluar usia tersebut akan ada sanksi sosialnya,” ungkap Nina.

Selain itu, ia juga meminta semua sekolah untuk tidak melakukan kegiatan apapun yang disponsori oleh perusahaan rokok. Menurutnya perusahaan rokok saat ini menyasar para pelajar dan mahasiswa.

“Dari hasil survei, pola belanja masyarakat Bandung, pembelian rokok berada diurutan kedua dibandingkan kebutuhan belanja lainnya,” ungkapnya.

Ia pun berharap, Perwal kawasan tanpa rokok tersebut bisa ditetapkan secepatnya karena sudah memasuki tahapan akhir.

“Kita sudah masuk dalam tahapan akhir penyusunan Perwal, mudah-mudahan secepatnya bisa ditetapkan,” pungkasnya. (fokusjabar)

Editor : Hadi Rasyidi

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget