Bentuk "Polisi Santri", Selama Satu Minggu Kapolda Jabar Akan Mengirimkan Anggotanya Ke Pesantren






BDG.NEWS, Garut - Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan menegaskan, akan membuat “ Polisi Santri.“ Seluruh Polres minimal 15 anggotanya mengikuti program tersebut.

Anton berharap, melalui program tersebut nantinya polisi bisa berdakwah. Selain itu, sebagai upaya untuk memperkenalkan polisi agar tidak hanya dikenal sebagai petugas penyidik saja, tetapi sebagai imam, khatib, pengajian dan yang lainnya.

“ Anggota yang mempunyai kemampuan ilmu agama lebih akan dididik lagi dengan kemampuan khusus agar bisa berdakwah, menjadi imam dan bisa menjadi khatib di lingkungannya,” kata Kapolda saat kunjungannya ke Ponpes Faizien, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Minggu (19/2/2017).

Kapolda menambahkan, polisi agar bisa lebih memasyarakat dan pihaknya akan mengirimkan anggotanya ke pesantren-pesantren untuk menjadi santri.

“ Ilmu tanpa guru akan menjadi sesat. Maka saya akan mengirimkan anggota ke pesantren selama satu minggu,” beber Anton.

Pengasuh Ponpes Faizien Hidayatulloh, KH Ceng Mimar mengapresiasi langkah Kapolda Jawa Barat yang menyempatkan diri mengunjunginya.

“ Kunjungan dan silaturahmi ini menunjukan sekaligus membuktikan terbangunnya persatuan antara ulama dan umara. Kalau dua elemen ini bisa bersatu, saya yakin rakyat juga akan tenteram, aman serta sejahtera,” kata Ceng Mimar

Dia meminta agar jangan mencampur adukkan politik dengan pelayanan terhadap masyarakat. Dia menyesalkan jika ada ulama yang terjun langsung ke dunia politik.

“ Ulama seharusnya menempatkan posisi diantara masyarakat dan bukan memihak untuk kepentingan politik manapun. Mudah-mudahan kunjungan Pak Kapolda membawa rasa damai, aman dan tentram. Khususnya Kabupaten Garut,” pungkasnya. (fokusjabar)

Editor :Hadi Rasyidi

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget