Bandung Hantam Hoax (#BDGHantamHoax) : Media Harus Menjadi Pencerah Bukan Pemecah Belah





BDG.NEWS, Bandung - Kota Bandung terpilih menjadi tuan rumah pertemuan penyiaran dunia atau dikenal dengan sebutan Internasional conference media world harmony and the 5th annual meeting of ibraf pada 21-23 Februari 2017 mendatang. Perhelatan tersebut bertujuan untuk melawan pemberitaan hoax.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto, acara yang akan digelar di Alun-alun Kota Bandung tersebut dilakukan untuk memerangi pemberitaan hoax. ”Aksi ini akan melibatkan semua komponen masyarakat supaya menjadi bagian dari sebuah aksi nyata melawan kejahatan hoax,” kata Yossi, kemarin.

Yossi mengatakan, kegiatan tersebut akan mengambil tema Mari Melawan Hoax dengan Akal Sehat #BDGHantamHoax. Menurut dia, ini sebagai bentuk perlawanan isu internasional yang saat ini sangat merugikan semua orang.

Menurut dia, berkembangnya teknologi, masyarakat disuguhi dengan konten-konten pemberitaan di media sosial. Salah satu dampak buruk dari sebuah kemajuan teknologi ialah banyaknya tumbuh sebuah pemberitaan palsu yang memecah belahkan sebuah tatanan masyarakat.

Berita hoax, kata dia, sangat mudah dijumpai dalam keseharian masyarakat sekarang. Di balik hal itu, isu anti-hoax sudah menjadi permasalahan dunia, tidak hanya di Indonesia khususnya di Kota Bandung saja.

”Hoax ini sudah membuat masyarakat resah dan dapat memecah belahkan hubungan antara manusia dengan manusia,” tuturnya.

Sekda mengatakan, isu ini sudah mendapat perhatian dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Menurutnya hoax ini harus diberantas karena merugikan semua kalangan. Maka dari itu, Kota Bandung menindak lanjuti harapan Presiden untuk bersama-sa melawan hoax dengan aksi #BDGHantamHoax.

”Pemkot Bandung menindak lanjuti harapan dari bapak presiden untuk bersatu melawan kejahatan hoax dengan membuat sebuah aksi yang kita namakan #BDGHantamHoax,” urainya.

Selain itu, sekda menambahkan pihaknya sudah bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menyukseskan acara ini. Semua komponen masyarakat akan mengambil bagian dalam aksi ini.

Acara yang akan diselenggarakan dari pukul 08.30 ini turut mengundang Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil, Ketua KPI Yuliandri Darwis, Rektor Universitas Padjadjaran Tri Hanggono Achmad, Ketua PARFI Marcella Zalianty, unsur muspida dan masih banyak lagi pihak yang akan memeriahkan acara tersebut.

#BDGHantamHoax ini akan menyuguhkan beberapa rangkaian acara, seperti aksi gerakan (koreografi) sebagai simbol #BDGHantamHoax. Di samping itu akan ada penandatanganan Giant Ballon sebagai komitmen bersama untuk memerangi hoax. Selanjutnya prosesi ceremonial ditandai dengan menggelindingkan Giant Ballon ke arah pin bertuliskan HOAX dan diakhiri dengan selfi bersama yang dipimpin oleh Wali Kota Bandung M.Ridwan Kamil.

Sekda berharap melalui acara ini masyarakat akan sadar mengenai bahayanya pemberitaan hoax. Dan Kota Bandung akan membangun media yang positif. ”Semoga melalui acara ini masyarakat bisa lebih peka dan sadar akan bahayanya pemberitaan palsu atau hoax dan bisa sama-sama untuk melawan hoax,” tuturnya.

”Tujuan akhir dari acara ini ialah supaya masyarakat dapat mengkonsumsi berita yang benar sehingga media menjadi pencerah bukan pemecah belah. Karena media layaknya menyaring sebuah informasi sebelum diberitakan kepada khalayak,” pungkasnya.
 (bandungekspres.co.id)

Editor: Hadi Rasyidi

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget