Wabah "Om Telolet Om" (Fenomena Kekuatan Medsos dan Laku Latah Generasi Followers


Saat ini, kata "Om Telolet Om" cukup mewabah di Twitter. Bahkan, kata-kata "Om Telolet Om" telah merajai trending topic, baik pada linimasa Twitter Indonesia maupun dunia. Hal ini lantaran topik "Om Telolet Om" dicuitkan dengan sangat masif di Twitter oleh pengguna. Tidak ketinggalan, selebritas dunia pun ikut-ikutan mencuitkan "Om Telolet Om". Beberapa selebritas dunia seperti musikus dan model ikut serta memeriahkan linimasa Twitter hingga mendapatkan banyak retweet dan balasan dari pengguna lain. Saking mewabahnya penggunaan frase "Om Telolet Om" ini, bahkan hal yang tidak ada hubungannya dengan hal itu pun dilekatkan kata "Om Telolet Om".

Fenomena ini berawal dari 'keisengan' gerombolan anak-anak di sebuah desa di Jepara yang berkumpul di pinggir jalan yang mengunggah kegiatan mereka berburu klakson bis dan mereka meneriakkan "Om, Telolet, Om" jika ada bis yang lewat. Selain itu, mereka pun terlihat membawa kertas karton besar bertuliskan "Om Telolet Om" yang diarahkan ke jalan raya. Mereka mengharapkan tiap kendaraan yang lewat membunyikan klakson. Setelah kendaraan yang mayoritas adalah bus mengeluarkan suara "telolet", mereka langsung sumringah kegirangan.

Di tengah kondisi carut marut negeri ini, dimana beban hidup semakin meningkat dan kebahagiaan sulit didapat, keisengan berburu suara klakson menjadi jalan untuk mencari kebahagiaan dan menghilangkan rasa penat dan susahnya hidup. Hal itu terlihat dari ungkapan #bahagiaitusederhana yang sering dipakai menyertai frase "Om Telolet Om". Laku latah yang parah generasi muda saat ini menjadikan mereka generasi follower. Hal ini diperkuat dengan kekuatan medsos yang menjadikan wabah ini tidak bisa dibendung. Disatukan dengan visi yang sama bahwa bahagia itu sederhana dan keinginan untuk eksis, dengan kompaknya mereka menshare "Om Telolet Om" secara kontinyu. Sehingga, jadilah "Om Telolet Om" merajai trending topic di medsos dan pemburu klakson bis menjadi trend gaya hidup remaja saat ini di dunia nyata. Padahal, Allah telah mengingatkan dalam surat al-Israa yang artinya, "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (TQS. al-Israa [17] : 36).

Mewabahnya "Om Telolet Om" ini cukup menarik untuk dicermati, mengingat pelakunya sebagian besar generasi muda atau remaja. Dengan potensi remaja yang besar akan sangat sayang jika energinya dihabiskan untuk berburu klakson mobil untuk memdapatkan kesenangan.  Remaja dengan potensi yang besar selayaknya di arahkan untuk kemajuan umat. Seharusnya remaja Islam itu adalah remaja idealis pemimpin masa depan yang dengan keidealisannya mengetahui hakikat dan tujuan hidup sehingga tidak akan mudah ikut-ikutan sesuatu atau menjadi generasi pembebek. Terlebih lagi, jika hal itu justru bertentangan bahkan menghabiskan waktu untuk mengejar kesenangan sesaat.

Fenomena "Om Telolet Om" memberikan pelajaran bahwa sedemikian parahnya laku latah remaja kita, ditambah dengan kekuatan medsos perilaku tersebut menjadi trend dikalangan remaja. Jika tidak segera dikawal bisa jadi perilaku remaja akan lebih buruk lagi, bahkan akan membawa kehancuran pada generasi remaja kita.

Oleh karena itu, sudah saatnya untuk mengawal remaja dan mengelola medsos untuk kemajuan umat. Membina remaja dengan kontinyu untuk mengubah laku latah remaja generasi follower menjadi laku idealis generasi pemimpin dengan kolaborasi medsos yang kreatif dan unik yang akan menjadi katalisator dalam proses perubahan perilaku remaja. Jika remaja kita kawal dengan baik melalui pembinaan intensif dengan pendekatan hal-hal yang mereka sukai, misalnya pemanfaatan IT maupun medsos, bukan tidak mungkin fenomena "Om Telolet Om" yg menjadi trend saat ini akan digantikan oleh fenomena "Yuk, ngaji!". Fenomena "Yuk, ngaji!" akan menjadi trend di tengah remaja, sehingga standar gaulnya remaja adalah ngaji atau tidak ngajinya remaja. Maka saat itulah wabah remaja ngaji menjadi hal yang tidak bisa dibendung layaknya wabah "Om Telolet Om". Semoga.

. وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الآخِرَةُ
خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلا تَعْقِلُونَ

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa" ( TQS. al-An'am 6 : 32)


Erna Wulandari, S.P.
(Koordinator Lajnah Khusus Sekolah Muslimah DPD I HTI Jawa Barat)

Label:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget