Untuk Konsumsi Protein, Jabar Masih Mengandalkan Unggas




BDG.NEWS, Bandung - Sebagian besar masyarakat Jawa Barat masih mengandalkan unggas untuk memenuhi kebutuhan protein hewani.

Kepala Bidang Produksi pada Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat Abdullah FA mengatakan sebanyak 65 % masyarakat jawa barat masih mengandalkan unggas seperti ayam dan bebek sebagai asupan protein utama.

"Sampai saat ini konsumsi sumber protein selain unggas baik ikan maupun daging masih rendah, untuk merubahnya juga sulit dan butuh proses lama," tutur Abdullah, Minggu (22/1/2017).

Tingginya konsumsi unggas, kata Abdullah, menjadikan komoditi tersebut menjadi salah satu penyebab inflasi.

"Kalau ada permasalahan unggas seperti harga tinggi, yang terdampak adalah masyarakat, bisa inflasi," katanya.

Oleh sebab itu, peningkatan produksi harus dilakukan supaya kenaikan harga akibat ketersediaan barang kurang bisa diminimalisir.

Sebenarnya, lanjut Abdullah, produksi unggas terutama amam ras cukup tinggi bahkan melebihi kebutuhan.

Dia menyebutkan setiap tahun peternak di Jabar membesarkan sedikitnya 600 juta ekor DOC. "Dengan 600 juta ekor DOC, produksi daging yang dihasilkan itu surplus 200.000 ton daging/tahun," ungkapnya.

Namun karena sebagian besar ayam yang dihasilkan tidak semuanya dipasarkan di Jabar. "Pemasaran kita ke Jakarta," ucapnya.

Dengan produksi yang melebihi kebutuhan, lanjut Abdullah, peluang untuk melakukan ekspor unggas sangat besar, namun terlebih dahulu produksi harus ditingkatkan.

Sumber : ayobandung

Editor: Hadi Rasyidi

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget