Polisi Jadi Pembina Ormas Hal Biasa, Mungkin Bertentangan Dengan Undang-undang Pak



BDG.NEWS, Bandung - Adanya fakta Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Anton Charliyan sebagai Pembina harian LSM GMBI, membuat banyak pihak, terutama ormas Islam termasuk FPI menyuarakan tuntutan agar Anton dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda Jabar. Namun, persoalan anggota kepolisian menjadi pembina sebuah LSM atau Ormas dijelaskan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rikwanto merupakan hal yang biasa.

Dalam penuturannya saat berbincang di PRFM, Rikwanto menyebutkan, seluruh anggota Kepolisan mulai dari yang terbawah hingga tertinggi diperbolehkan menjadi pembina sebuah LSM/Ormas.

"Masalah anggota Polri diminta menjadi pembina sebuah perkumpulan (LSM/Ormas-red) itu boleh, dan itu sudah lama terjadi dilakukan, jangan hanya pangkat yang tertinggi, seorang Bhabinkamtibmas saja itu kadang-kadang didaulat menjadi pembimbing perkumpulan," jelas Rikwanto, Senin (16/01/2017).

Dilanjutkan Rikwanto, keterlibatan anggota kepolisian dalam sebuah perkumpulan LSM/Ormas merupakan sebuah upaya untuk menjada stabilitas keamanan masyarakat.

Apabila  melihat Undang-undang menjadi Pembina / jabatan di luar Kepolisian itu hal biasa;  Pasal 28 ayat (3) UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (“UU Kepolisian”) yang menyatakan: “Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian.”
(prfmnews/bdg.news)

Editor: Hadi Rasyidi

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget