Penegakan Khilafah Bukan Karena Mimpinya Syekh Taqiyyuddin An Nabhani



BDG.NEWS, Bandung - Tidak benar bahwa dasar utama penegakan Khilafah karena mimpinya Syekh Taqiyyuddin An Nabhani, ungkap Ust Yuana (HTI Jawa Barat). Hal ini, disampaikan pada Pengajian Umum dan Diskusi Buku bertajuk, “HTI, Gagal Paham Khilafah” yang ditulis Makmun Rasyid Hari Jum’at kemarin di Galeri Ciumbuleuit Hotel.

Menurut Ust Yuana (HTI Jawa Barat), Makmun Rasyid mengambil dasar tersebut dari buku (tesis di Iraq) Ustadz Muhammad Muhshin Radhi, berjudul “Hizbut Tahrir Tsaqafatuhu Wa Manhajuhu” dan itu adalah bukan buku primer dan bukan buku adopsinya Hizbut Tahrir. Hal tersebut, tidak pernah disampaikan kepada Umat dan kader Hizbut Tahrir, bahwa dasar penegakan Khilafah atau kewajiban penegakan Khilafah adalah mimpinya Syekh Taqiyyudin An Nabhani. Meski mimpinya orang soleh itu biasa, walaupun di dalam kitabnya para ulama termasuk kakeknya Syekh An Nabhani membahas mengenai mimpi tersebut. 

Oleh karena itu, dasar penegakan Khilafah atau Kewajiban penegakkan Khilafah ini bukan karena mimpi. Melainkan fardhu kifayah, karena fardhu kifayah ini kenyataannya belum terwujud, yakni berupa tegaknya Khilafah, maka hukum menegakan Khilafah saat ini, telah menjadi fardhu ‘ain, yakni menjadi kewajiban setiap Muslim sesuai kemampuan masing-masing, bukan hanya kelompok tertentu seperti Hizbut Tahrir.

Report / Editor : Hadi Rasyidi

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget