Habib Rizieq : Bukan Menghina Pancasila, Tapi Mengkritisi Usulan Pancasila





BDG.NEWS, Bandung - Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab menilai tuduhan Sukmawati Soekarnoputri terhadap dirinya salah alamat. Pasalnya, ia bukan menghina Pancasila yang berlaku sebagai dasar negara saat ini, namun mengkritisi usulan Pancasila dari Ir Soekarno pada 1 Juni 1945 yang tidak pernah diresmikan sebagai dasar negara.

"Pancasila yang ditetapkan sebagai dasar negara saat ini, yaitu Pancasila 18 Agustus 1945 yakni setelah hasil rapat BPUPKI, bukan usulan Bung Karno yang menempatkan sila Ketuhanan pada sila kelima," ujar Rizieq kepada PRFM usai diperiksa kepolisian, di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Kamis (12/1/2017).

Rizieq yakin pernyataan dirinya bukan sebuah penistaan, karena merupakan kutipan hasil karya ilmiah tesis miliknya dan sudah diluluskan saat berkuliah pascasarjana di Malaysia.

"Ini kalau sampai naik pengadilan akan jadi ramai, karena ini akan menjadi sidang tesis kedua saya," ucapnya sambil bergurau.

Disinggung terkait pernyataan didalam tayangan video ceramahnya, Rizieq mengatakan tayangan tersebut sudah dipotong durasinya dari dua jam menjadi dua menit, maka sulit dipertanggungjawabkan.

"Masalahnya bukan benar atau tidak (tayangan video), dalam penyidikan dan pemeriksaan harus lengkap, maka oleh itu, saya minta jika ada BAP tambahan, ditampilkan utuh dan minta tesis ilmiah saya juga disalin dimasukin kedalam BAP walau tebalnya ratusan halaman agar jelas," terangnya. (prfmnews)

Editot : Hadi Rasyidi

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget