Fenomena BLAST Dialami Anak Masa Kini



BDG.NEWS, Bandung - Guru Bimbingan Konseling (BK) paling banyak turun tangan saat ada siswa-siswi yang bermasalah di sekolah.

Bunda Literasi Jawa Barat Netty Heryawan meminta guru BK bisa terus memantau perkembangan kepribadian siswa tanpa harus menunggu siswa bermasalah.

Hal ini disampaikan Netty saat menjadi narasumber pada Acara Rapat Kerja Nasional II Guru Bimbingan dan Konseling (Musyawarah GBK) Indonesia di Auditorium Graha POS Bandung, Jl. Banda No. 8 Bandung, Jum’at (20/01/2017).

Anak-anak jaman sekarang, kata Netty, sudah kehilangan kepercayaan kepada orangtuanya. Sehingga guru BK harus mampu melihat peta masalah pada para siswa.

“Dengan demikian guru BK dapat membina siswa sebelum siswa tersebut menjadi anak yang bermasalah di sekolahnya,” kata Netty.

Menurutnya anak-anak di masa ini terjebak pada fenomena BLAST, yaitu Bored (kebosanan), Lonely (kesepian), Angry (kemarahan), Stress dan Tired (kelelahan). Fenomena ini menjadi titik awal penyebab tingginya angka kekerasan. Fenomena inilah yang harus jadi acuan guru, khususnya guru BK, dalam melakukan pendekatan dengan para siswa.

Siswa yang datang ke sekolah berlatar belakang berbeda-beda, baik dari status ekonomi keluarga, kondisi mental, hingga pengasuhan orangtua yang sangat mempengaruhi siap atau tidaknya anak menerima pelajaran di sekolahnya.

“Guru BK sangat penting, untuk membangun komunikasi interpersonal dengan para murid, karena dapat menumbuhkan rasa nyaman siswa dalam berbagi masalahnya”, ucap Netty.

Mendukung apa yang disampaikan Netty, Dirjen Guru dan Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Sumarna Surapranata mengatakan, pihaknya sedang merumuskan kebijakan yang mengatur jam kerja guru di sekolah, sehingga guru harus selalu ada untuk mendampingi siswa, mulai dari siswa datang ke sekolah hingga waktunya pulang.

“Kita sedang menyiapkan kebijakan agar guru hadir di sekolah 40 jam seminggu dengan hari kerja setiap senin sampai jumat, atau 8 jam sehari,” tukas Sumarna.

“Guru harus ada saat siswa mencari. Tidak ada guru yang pulang mendahului muridnya,” tegasnya.(fokusjabar)

Editor : Hadi Rasyidi

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget