Aksi FPI Hari Ini : Menuntut Pencopotan Tiga Kapolda Sekaligus




BDG.NEWS, Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Senin, 16 Januari 2016 (Aksi 161). Dalam aksi tersebut ternyata FPI tidak hanya menuntut pencopotan Kapolda Jawa Barat, Irjen Anton Charliyan saja.

Massa FPI juga menuntut agar Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian mencopot Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan dan Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Musyafak.

Tuntutan pencopotan tiga kapolda sekaligus itu tampak dari poster yang dibawa massa FPI ketika melakukan long march dari Masjid Al Azhar-Jakarta Selatan menuju Mabes Polri.

Menurut pihak FPI, Anton Charliyan harus dicopot dari jabatan Kapolda Jawa Barat lantaran bergabung dalam organisasi preman. Sebagaimana diketahui, Anton juga menjabat sebagai pembina ormas GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia).

Sementara tuntutan pencopotan M. Iriawan dari Kapolda Metro Jaya karena ia dianggap melakukan pembiaran terhadap aksi premanisme yang terjadi saat aksi 411 (4 November 2016) lalu.

“Kapolda Metro Jaya karena pembiaran aksi premanisme pada aksi 411. Untuk Kapolda Kalimantan Barat karena soal Suku Dayak,” ujar Sekjen Front Pembela Islam (FPI), Habib Novel Bamukmin, Senin (16/1), di Jakarta.

Diberitakan sebelumnya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq, menyesalkan penangkapan yang dilakukan oleh kepolisian terhadap Rachmawati dan sejumlah aktivis lainnya karena diduga melakukan pemufakatan jahat upaya makar atau menggulingkan pemerintahan yang sah.

Dalam hal ini Habib Rizieq menyarankan agar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan untuk disekolahkan lagi agar dia mengerti apa arti makar sebenarnya.

"Jadi supaya kapolda pintar, suruh dia belajar hukum yang bener. Kapolri wajib mencopot kapolda-kapolda yang tidak paham hukum dan bikin provokasi terhadap masyarakat," kata Rizieq, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.(jitunews)

Editor : Hadi Rasyidi



Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget