Walaupun Larangan Kapolri Telah dicabut, Umat Muslim dari Garut Susah mendapatkan Penyewaan Bis


Bdg.News. Garut. Jelang Aksi Bela Islam Jilid III 212, ribuan umat muslim dari Garut yang akan berangkat ke Jakarta, masih kesulitan kendaraan.
Pasalnya, sejumlah perusahaan oto bus (PO) tidak bersedia menyewakan kendaraanya meskipun pembayaran sewa ditambah dari biasanya.
Salah seorang koordinator aksi, Herry menyebutkan, sampai sekarang pihaknya belum mendapatkan kepastian tentang kendaraan yang akan mengangkut ribuan umat muslim. Massa yang akan berangkat ke Jakarta sudah lebih dari 2.000 orang.
"Santri yang sudah mendaftar lebih dari dua ribu orang.Tapi terus terang saja sampai malam ini kami belum mendapatkan kendaraan. Kalau dihitung-hitung minimal kami membutuhkan sekitar 17-20 bis." kata Herry dari Pesantren Persatuan Islam (Persis) No. 76 Rancabogo, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (30/11/2016).
Menurut Herry, rencananya massa akan mulai bergerak ke Jakarta Kamis (1/12/2016) selepas Isya. Sisa waktu yang tersisa ini akan digunakan untuk mencari kendaraan.
"Jika bus tetap tidak ada. Maka massa akan berangkat secara bertahap, dengan menyewa elf, kendaraan pribadi, naik kereta api, dan tidak menutup kemungkinan menggunakan sepeda motor. Kalau jalan kaki tidak mungkin waktunya tidak akan terkejar," cetusnya.
Ditempat terpisah, dari pihak Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kabupaten Garut diperoleh informasi, tidak akan berangkat ke Jakarta menggunakan bus. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya pengelola Bis tidak bersedia untuk menyewakan kendaraanya.
"Sudah jauh-jauh hari kami sudah mengantisipasi. Kami sudah sediakan puluhan kendaraan pribadi untuk berangkat ke Jakarta. Bahkan sebagian akan berangkat dengan kendaraan umum secara individu dan berkelompok dengan jumlah kecil." kata perwakilan HTI Kabupaten Garut, Amas Suparmas, Rabu (30/11/2016).
Ia menuturkan, massa lainnya dari sejumlah pengurus DKM di beberapa RW dan Desa akan berangkat menggunakan kendaraan rental sejenis mini bus.
"Kalau naik bis terlalu mencolok. Makanya kami akan berangkat dengan kendaraan pribadi bersama keluarga, istri dan anak," kata salah seorang warga Jalan Pembangunan, Tedi.
Sumber: galamedianews.com

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget