Polisi Tangkap Jaringan Penjual Daging Anjing Ke Kota Bandung




BDG.NEWS, Bandung - Unit Reskrim Polsek Pameungpeuk Polres Bandung, berhasil membongkar jaringan penjualan daging anjing yang selama ini meresahkan masyarakat. Kapolsek Pameungpeuk Yondra SR menjelaskan daging-daging anjing ini didapat dari anjing anjing liar yang ini terungkap dari tersangka Ujang yang mencuri seekor anjing milik warga di Kampung Pinggirsari RT 2 RW 2 Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung dengan cara diracun.


"Sebagai temuan awal kita dapatkan pisau ada alat pembakar untuk merontokan bulu. Ada juga yang dipotong dimasak ada yang dijual ada yang dijual mentah. Kebetulan agen ini menggunakan warga setempat untuk melakukan ekseskuasi," jelas dia dalam wawancara onair PRFM, Senin (05/12/2016).


Keempat tersangka itu yakni Nandang alias Ujang, Wellem alias Papih, dan Yulius David alias Iyos kemudian satu diantaranya belum diketahui. Saat itu, tersangka Ujang memberi makan berupa kepala ayam yang sudah dibubuhi racun portas.


Setelah anjing yang diracun itu mati, tersangka Ujang pun kemudian membawa bangkai anjing tersebut untuk dijual ke tersangka dan diolah di Jalan Gatot Subroto Kelurahan Cibangkong Kecamatan Batununggal Kota Bandung seharga Rp 130.000 -150. 000 per ekor.


Atas perbuatannya para pelaku diantaranya Nandang dikenakan pasal 53 juncto 363 dan 302 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun. Sedangkan tersangka Welen dikenakan pasal 480 KUH Pidana dan pasal 140 UU Nomor 18/2012 tentang pangan dengan ancaman pidana 4 tahun dan denda Rp 4 miliar. Kemudian tersangka Yulius David Karwur dikenakan pasal 55 juncto 480 KUH Pidana dan pasal 140 UU Nomor 18/2012 tentang pangan ancamannya 4 tahun penjara. Untuk kepentingan penyelidikan, para tersangka pun kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Pameungpeuk. (prfmnews)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget