Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Pidana di Penolakan KKR Sabuga



BDG.NEWS, Bandung -Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Winarto menyatakan tidak ada tindak pidana pada interupsi dua kelompok Ormas saat pelaksanaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Sabuga pada Selasa 6 Desember 2016.
Tidak ada pembubaran paksa dalam agenda peribadatan yang ditolak oleh ormas yang mengatasnamakan Pembela Ahlus Sunah (PAS) dan Dewan Dakwah Indonesia (DDI) seperti yang beredar di media sosial.
“Enggak ada penegakan hukum, karena memang tidak ada pembubaran pemaksaan,” ujar Winarto di Mapolrestabes jalan Jawa Kota Bandung, Jumat (9/12/2016).
Gelaran tersebut dihentikan akibat salahsatu ormas tiba – tiba menggeruduk saat pelaksanaan karena menduga dilaksanakan tanpa izin yang jelas. “bahwa isu yang kemarin itu sebenarnya tidak seperti heboh di media sosial,” ungkapnya.
Oleh karena itu, untuk menjunjung tinggi persamaan hak keagamaan masing masing, gelaran tersebut akan kembali digelar di tempat yang sama.
“Kami sampaikan bahwa kegiatan kemarin KKR tanggal 6 Selasa lalu yang disebutkan dibubarkan oleh ormas itu rencana akan digelar kembali oleh panitia KKR di tempat yang sama,” terangnya.
Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) Provinsi Jawa Barat, Athian Ali menyatakan, aksi penolakan tersebut dipastikan hanya soal kegiatan pelaksanaan, bukan soal keagamaan.
“Simpang siur itu di media sosial. Satu hal yang harus saya tegaskan. Saya pastikan enggak akan ada ormas Islam manapun sampai melarang umat lain menjalankan apa yang menjadi keyakinannya,” tegasnya.(fokusjabar)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget