Omong Kosong Hak Azasi Manusia untuk Tragedi Genosida Muslim Rohingya !




Segala bentuk kejahatan keji terus berulang menimpa saudara Muslim kita di Rohingya, terutama di Rakhine dan Maungdaw, Myanmar. Mulai dari penyiksaan, pengusiran, penghinaan agama, pembatasan pekerjaan dan ragam penganiayaan yang lainnya. Dan berita terakhir adalah pengurungan dan pembakaran hidup-hidup wanita dan anak-anak. Siapapun yang berhati nurani pasti menilainya sebagai kebiadaban dan tindakan yang sama sekali tidak manusiawi. Bahkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut Muslim Rohingya sebagai "one of the world's most persecuted peoples  (Orang-orang yang paling teraniaya di dunia)".

Sampai tulisan ini dibuat, banyak nyawa terus melayang, darah terus mengalir dan siksaan terus terjadi namun tak ada yang menghentikannya. Organisasi lintas negara seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun hanya bisa mengecam dan menginvestigasi. Inilah bukti diam, tak berdayanya sekaligus tidak adilnya dunia internasional terhadap muslim Rohingya.

Dalam kacamata hak azasi manusia (HAM) sebenarnya sudah sangat nyata berbagai pelanggaran yang dilakukan Rezim Myanmar kepada Muslim Rohingya. Namun belum terdengar satupun sanksi yang tegas diberikan. HAM nampaknya bukan “penolong” bagi Muslim Rohingya, bahkan HAM tak lebih dari omong kosong dan membuang waktu bagi saudara-sudara kita ini. Padahal, di Myanmar ini ada seorang tokoh pejuang demokrasi dan HAM. Dan sekali lagi, hal tersebut sama sekali tidak membantu penderitaan hebat yang bertahun-tahun menimpa Muslim Rohingya.

Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al Maidah [5] : 32)

Inilah yang menimpa saudara kita. Dibunuh tanpa haq! 

Untuk itu, umat Islam membutuhkan institusi politik yang akan melindungi dan membela umat ini. Itulah institusi Daulah Khilafah Islamiyah yang umat harus sungguh-sungguh, saling bahu- membahu dan berjuang bersama-sama untuk menegakkannya kembali. Hanya dalam naungan Daulah Khilafah sajalah 1,6 miliar umat Islam bisa bersatu dan menjadi kuat, sehingga perlindungan terhadap harkat dan martabat umat Islam di berbagai wilayah, termasuk kepada Muslim Rohingya, juga bisa dilakukan dengan nyata. Dan kedzaliman akan diakhiri. Insya Allah.

Indira Sabet Rahmawaty, S.IP.,M.Ag. 
(Koordinator Lajnah Khusus Intelektual Muslimah DPD I HTI Jawa Barat)

Label:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget