Lebih Dahsyat dari Al Maidah : 51


Bdg.News – Akhir akhir ini publik digemparkan dengan surat Al Maidah ayat 51. Ayat tersebut diucapkan oleh seorang calon gubernur yang sedang kampanye di pulau seribu. Menurut umat Islam, calon gubernur tersebut dianggap telah menistakan kitab suci yang mereka banggakan. Beginilah kurang lebih kutipan ayat Al Maidah:51.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Al Maidah : 51)

Al Maidah:51 merupakan seruan dalam Al-Quran yang mengajak orang orang yang dalam hatinya masih ada iman untuk tidak memilih pemimpin (subyek) seorang yang diluar agama Islam. tentunya sebagai seorang muslim yang taat maka mereka akan mentaati ayat tersebut tanpa terkecuali, jika seorang muslim tidak meyakini salah satu ayat dalam Al-Quran, maka ada yang salah dalam iman dan aqidah mereka.
Gelombang pergerakan muncul dari berbagai daerah menuju Jakarta untuk menuntut hukuman bagi penista Al-Quran. Bak gelombang ombak ditengah lautan, jutaan orang tergerak dan tersentuh hatinya untuk menuju Jakarta, tiada lain untuk membela Kitab Suci mereka. Namun tahukah teman teman jika kalian mundur satu ayat dari ayat 51 ini maka akan teman teman dapatkan sebuah ayat yang lebih dahsyat. Ayat tersebut ialah ayat Al Maidah:50, biginilah kutipan dalam Al-Quran,

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (Al-Maidah:50)

Jika kita lihat perspektif dalam ayat 51 ini merupakan ayat yang lebih subyektif, dalam artian kita tidak boleh memilih peminpin yang non muslim. namun dalam ayat 50 akan kita dapati sesuatu yang lebih besar, yaitu terkait hukum (sistemik). Jika seorang muslim mengaku bahwa dirinya diciptakan oleh Allah Swt maka dalam kehidupannya harus mau diatur oleh hukum yang telah ditetapkan oleh Allah swt, yaitu Al-Quran. Namun jika kita lihat fakta dilapangan maka akan kita dapati sesuatu yang berbeda, yaitu tidak diterapkannya hukum sang Khaliq (Allah SWT) dalam sendi sendi kehidupan. Manusia lebih memilih untuk membuat hukum mereka sendiri, manusia lebih memilih untuk mengikuti hawa nafsu mereka, manusia lebih memilih hukum jahiliyah dibandingkan hukum yang telah Allah swt turunkan.

[M.Randy BD]
Label:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget