Ketua Ormas PAS : Penyelenggara KKR Sabuga Tidak Tahu Ketentuan SKB 2 Menteri Tahun 2006






BDG.NEWS, Bandung - Muhammad Roin selaku Ketua Ormas Pembela Ahlu Sunnah (PAS) mengungkapkan jika pihaknya tak berniat untuk membubarkan kegiatan KKR di Sabuga, Bandung, Selasa (6/12/16) lalu.

Justru, klaimnya, pada awalnya pihaknya justru bermaksud mengamankan jalannya ibadah umat kristiani tersebut.

“Kami tidak melakukan pembubaran paksa. Bahkan, kami akan menjaga ketentraman dalam beribadah, seandainya mereka menjalankan sesuai prosedur,” ujar Muhammad kepada awak media, Sabtu (10/12/16).

Permasalahannya, Muhammad melanjutkan, kegiatan KKR di Sabuga itu ternyata tidak mengindahkan ketentuan yang berlaku. Terutama ketentuan dalam SKB 2 menteri tahun 2006.

Kesalahan itu juga sudah diakui sendiri oleh pihak penyelenggara.

“Bahkan, panitia dan Pendeta Stephen Tong yang mengisi acara sendiri mengaku tidak tahu ada SKB 2 menteri yang mengatur masalah peribadatan,” terang Muhammad.

Muhammad lantas mengklaim bahwa pembubaran dilakukan setelah ada kesepakatan secara baik-baik dengan pihak penyelenggara. Bukan karena ditekan oleh pihak PAS.

“Sayangnya berita yang beredar di masyarakat terlanjur menyudutkan posisi kami,” tambahnya. (Yayan – harianindo.com)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget