Analisis Geospal bertajuk Kajian Longsor di Cekungan Bandung




BDG.NEWS, Bandung - Sebanyak 75 hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ditampilkan dalam acara Geotek Expo 2016 di Kantor LIPI, Bandung, Rabu (14/12/2016). Hasil penelitian tersebut dikemas dalam bentuk poster agar bisa dilihat seluruh pengunjung. Salah satu penelitian yang dipamerkan adalah Analisis Geospal bertajuk Kajian Longsor di Cekungan Bandung. Salah satu peneliti di bidang tersebut, Sekristiani mengatakan, penelitian sebenarnya dilakukan sederhana karena hanya menggunakan penginderaan jauh dan teknologi geospalsial.
“Sebenarnya itu adalah analisis yang menggunakan peta-peta. Geoaspal ialah data peta yang memiliki letak geografis seperti lintang bujur, dan lainnya. Yang kita lakukan itu hasil survey lapangan dan longsor. Jadi kita petakan titiknya pakai GPS, kemudian kita upload ke dalam peta,” jelas dia.
Berdasarkan hasil penelitiannya, dirinya membuat peringkat kerawanan longsor per kecamatan. Ternyata dengan data yang dikumpulkannya selama dua tahun, yang paling tinggi tingkat kerawanan longsornya adalah Lembang dan Cicalengka.
Kesimpulan lain yang diperoleh menunjukkan, longsor itu terjadi paling banyak di kemiringan lereng landai, bukan yang menukik. 
”Tapi malah justru bencana longsor paling banyak terjadi di lokasi tanah yang landai. Karena di daerah yang cukup landai itu mendapatkan rombakan dari lereng-lereng yang lebih terjal yang ada di sekitarnya,” ujarnya.
Ia berharap, semua orang mengetahui lokasi membuat bangunan jangan di daerah yang landai karena rawan longsor. Seperti apartemen di daerah terjal, bangunannya bagus tapi membahayakan kanan-kiri bangunan tersebut.
Sementara itu, melansir Galamedianews.com, Peneliti Puslit Geoteknologi LIPI, Mudrik R Daryono, mengemukakan hal terpenting dari kegiatan ini yaitu untuk menunjukkan hasil penelitian para peneliti LIPI spanjang tahun 2016. Penelitian tersebut meliputi banyak hal, dari geoteknologi, mineral, air, iklim, kebencanaaan, dan energi. 
“Keseluruhannya itu kita ingin tunjukkan ke masyarakat, jadi nanti pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan penelitinya. Pengunjung bisa tanya penelitiannya apa, datanya seperti apa, benar atau tidak datanya. Harapannya penelitiannya itu bisa langsung bermanfaat,” papar dia. (prfmnews)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget