Trump Janji Perangi Teroris, Assad Ingin jadi Sekutu






BDG.NEWS, Jakarta - Presiden Suriah Bashar al-Assad mengungkapkan presiden terpilih Donald Trump dengan sendirinya akan menjadi sekutu negaranya jika ia menepati janji untuk memerangi teroris. 


Dalam wawancaranya dengan stasiun televisi Portugal, RTP, pada Selasa (15/11), Assad melontarkan pernyataan tersebut sembari memperingatkan bahwa ia tidak yakin konglomerat asal New York akan menepati janjinya memerangi jihadis ketika menjabat di Gedung Putih pada Januari mendatang. 



Pemerintah Suriah menganggap semua kelompok yang menentang rezim Assad adalah teroris. Sementara, pemerintah AS di bawah kepemimpinan Barack Obama saat ini menilai Assad merupakan sumber perpecahan dan perang saudara di Suriah.


"Kami tidak bisa mengatakan apa-apa tentang apa yang akan dia lakukan, tetapi jika... ia akan melawan teroris, tentu saja kami akan menjadi sekutu, secara alami menjadi sekutu, sebagaimana kami dengan Rusia, Iran, dengan banyak negara lainnya," ujar Assad dikutip dari AFP



Ditanya soal retorika Trump dalam kampanyenya yang menyebutkan bahwa AS akan berfokus pada pertempuran melawan ISIS, Assad menyambut rencana Trump tersebut, namun dengan berhati-hati. 



"Saya akan mengatakan ini cukup menjanjikan, tapi apakah dia bisa menepati janjinya. Bisakah dia melakukan itu? Bagaimana dengan kekuatan oposisi dalam pemerintahan, media arus utama yang melawannya? Bagaimana dia bisa menghadapinya?" kata Assad.



"Itu sebabnya kami masih meragukan apakah dia bisa melakukan atau memenuhi janjinya atau tidak. Itu sebabnya kami sangat berhati-hati dalam menilai dirinya, terutama karena ia tidak berada dalam posisi politik sebelumnya," ujarnya.



Pemerintah Amerika Serikat saat ini berkomitmen memimpin koalisi internasional yang melakukan serangan udara terhadap di Suriah dan Irak. AS juga mendukung berbagai kelompok pemberontak yang berupaya melengserkan Assad dan memerangi ISIS.

Dalam sebuah wawancara dengan The New York Times pada 26 Maret lalu, Trump mengatakan "pendekatan melawan Assad dan ISIS secara bersamaan adalah kegilaan, dan kebodohan."

"Anda tidak bisa melawan dua orang yang berkelahi satu sama lain, dan melawan mereka bersama-sama. Anda harus memilih satu atau yang lain," tutur Trump.

Dan selama kampanye, Trump juga berjanji untuk meningkatkan hubungan Amerika dengan pendukung utama Assad, Rusia. Dalam debat capres melawan rivalnya Hillary Clinton sebelum pemilu digelar, Trump bahkan melontarkan bahwa Assad dan Rusia membantu memerangi ISIS. 

Pandangan Trump ini bersebrangan dengan kebijakan AS saat ini, yang mengecam intervensi militer Rusia di Suriah, terutama di Kota Aleppo, yang dilaporkan lebih banyak menargetkan warga sipil dan kelompok pemberontak ketimbang markas kelompok militan ISIS.

Polisi Dunia


Setelah berhasil mendulang mayoritas suara pemilih, atau electoral votes, dalam pilpres pekan lalu, Trump menyatakan kepada The Wall Street Journal, "Saya punya pandangan berbeda soal Suriah."

Trump juga menyatakan bahwa jika AS menyerang Assad, maka "kita akan memerangi Rusia." 

Dalam wawancaranya dengan RTP, Assad menuduh AS mencampuri urusan dalam negeri berbagai negara di dunia. "Mereka pikir mereka polisi dunia. Mereka kira mereka dapat menghakimi dunia. Mereka tidak bisa," tuturnya. 

Ditanya pendapatnya terkait Antonio Guterres dari Portugal yang akan menggantikan Ban Ki-moon sebagai Sekretaris Jenderal PBB, Assad menjawab, "Saya akan berkomentar dua hal: yang pertama, jadilah objektif. Kedua, jangan jadikan jabatannya bagian dari Departemen Luar Negeri AS."

"Jujur saja, banyak orang yang menyebutkan [PBB hanya soal] lima negara anggota permanen....karena mereka memiliki hak veto, mereka dapat melakukan apapun yang mereka inginkan, dan menolak apapun yang mereka inginkan," tuturnya. 

Konflik Suriah telah menewaskan lebih dari 300 ribu orang, sejak dimulai pada Maret 2011. Konflik bermula sebagai aksi protes terhadap rezim Assad dan rakyat menuntut adanya reformasi yang demokratis. (CnnIndonesia)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget