Supermoon dan Ahok, Keduanya Terlihat Jelas dengan Mata Telanjang

Supermoon di Langit Jakarta

Fenomena Supermoon terbilang cukup langka, Dimana bulan bisa terlihat sangat besar dan terang dari biasanya, karena begitu dekatnya dengan bumi. Fenomena ini terjadi dalam skala setiap 70 tahun sekali. Khusus di tahun ini, fenomena Supermoon akan terjadi tiga kali yaitu pada 16 Oktober, 14 November dan 14 Desember.

Tetapi Supermoon tadi malam adalah paling besar dan lebih terang karena orbit bulan purnama berada dalam jarak terdekat dengan bumi di abad ke-21 kisaran 350.000 KM, menurut NASA.

Untuk melihat fenomena Supermoon, seseorang tak perlu menggunakan teleskop karena Supermoon bisa disaksikan dengan mata telanjang. (www.ndraweb.com)
Begitupun dengan fenomena penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok, pemerintah tak perlu bertindak rumit dan berpikir pusing, misal dengan mendatangkan ahli bahasa bahkan ulama dari luar negeri, karena Ahok telah jelas terlihat oleh mata telanjang telah melakukan penghinaan terhadap Islam. Kalaupun dilihat dari segi bahasa, penggunaan kata “pakai” atau tidak sama saja, sekali lagi, Ahok telah melakukan penghinaan terhadap Islam.

Organisasi-organisasi keislaman telah sepakat, bahwa Ahok terbukti melakukan penghinaan terhadap Islam, sebagaimana yang dikemukakan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, saat menyampaikan tausiyah kebangsaan Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Rabu (9/11/2016), "Ini ada penistaan agama, kitab suci, dan ulama. Multitafsir tak boleh disalahkan, apalagi oleh bukan orang seagama. Apalagi dengan kata peyoratif (makna menghina), dibohongi," (nasional.news.viva.co.id)

Tak hanya dari sudut pandang sikap keagamaan, dari sudut pandang hukum, perbuatan Ahok secara sah dan meyakinkan telah melanggar aturan dalam KUHP Pasal 156a dan UU No.1/PNPS/1965 Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama.

Maka, sudah sewajarnya pemerintah menangkap dan mengadili Ahok dengan seadil-adilnya. Jika tidak, pemerintah telah salah mengambil langkah.

Wallahu’alam. [Irfan]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget