Ransum makanan untuk warga Aleppo yang terkepung akan habis





BDG.NEWS - Ransum makanan terakhir yang masih tersedia sudah dibagi-bagikan di kawasan yang dikuasai pemberontak di Aleppo, Suriah, yang sedang dalam keadaan terkepung.
Penasehat bantuan kemanusiaan PBB, Jan Egeland, memperingatkan bahwa tanpa pasokan baru maka pekan depan tidak akan ada lagi makanan yang bisa dibagikan kepada 275.000 orang yang tinggal di sana.
Egeland menutup kemungkinan pengiriman makanan dari udara karena berada di kawasan perkotaan yang penduduknya amat padat.
Pasukan pemerintah Suriah melancarkan serangan besar-besaran ke kawasan sebelah timur Alepoo sejak September.
Sejak itu, mereka berhasil bergerak maju ke beberapa kawasan pinggiran Aleppo dengan bantuan milisi Syiah, yang didukung Iran, dan serangan udara Rusia.
Kelompok pemberontak sudah melancarkan serangan balasan untuk menerobos pengepungan pada pekan terakhir Oktober namun mereka tidak mencapai banyak kemajuan.
PBB mengatakan pekan serangan udara dan pengeboman meriam dalam beberapa pekan sudah menewaskan 700 warga sipil sementara tembakan roket dari kelompok pemberontak menyebabkan jatuhnya korban jiwa di sisi pemerintah.

Rusia akan lancarkan serangan udara lagi

Badan-badan bantuan kemanusiaan tidak bisa memasuki Aleppo sejak pengepungan yang dilakukan oleh pasukan pemerintah Suriah, dan terakhir kali pasokan bantuan dalam jumlah besar masuk ke kota itu adalah pada bulan Juli.
AleppoImage copyrightAFP/GEORGES OURFALIAN
Image captionPasukan pemerintah Suriah melancarkan serangan besar ke Aleppo dengan dukungan serangan udara Rusia.
Kepada para wartawan di Jenewa, Swiss, Egeland mengatakan bahwa satuan tugas bantuan kemanusiaan PBB menerima laporan bahwa ransum makanan terakhir sudah didistribusikan.
"Harga pangan kini meroket di pasar. Kami mendapat laporan-laporan tentang keputus-asaan keluarga dan masyarakat," tambahnya.
Dia memperingatkan bahwa 'situasi yang mengerikan' di kawasan timur Aleppo bisa menjadi lebih buruk lagi karena Rusia mengatakan akan melancarkan kembali serangan udara setelah terhenti selama tiga pekan.
Penghentian serangan udara untuk semantara waktu itu ditujukan guna memungkinkan para penduduk sipil dan pemberontak dievakuasi namun hanya sekelompok kecil yang memanfaatkannya.
Egeland menyatakan bahwa PBB pekan lalu sudah menyampaikan kepada pihak-pihak yang beperang dan para pendukungnya mereka tentang empat prakarsa guna mengirimkan bantuan ke Aleppo timur. (bbc)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget