HTI : Dalam Islam Penghina Al-Quran Harus Dihukum Mati


Bdg.news. Banjar. “Penghinaan terhadap al-Quran terus terjadi karena hukum Islam tidak diterapkan, orang tidak jera ketika menghina Islam. Dalam standar Islam satu orang yang lecehkan Islam, maka akan dihukum mati,” tegas Ustadz Luthfi Affandi, SH, MH, humas HTI Jawa Barat. dalam agenda Halqoh Islam dan Peradaban (HIP) pada Ahad (06/11/2016) di Gedung Dakwah Kota Banjar. HIP kali ini membahas tentang hukuman terhadap penghina al-Quran dalam perspektif Islam.

Ketua MUI Kota Banjar, Mukhtar Ghozali, SH.I menyatakan bahwa MUI menuntut agar Ahok yang telah menghina al-Quran harus diproses hukum. “MUI tidak akan mencabut tuntutan tersebut.” Ucapnya yang disambut takbir peserta.
Ia juga menyayangkan terhadap orang yang malah mencibir terhadap kaum muslim yang menuntut agar penghina al-Quran untuk dihukum pada aksi pada tanggal 4 November 2016 lalu. Padahal menurutnya umat Islam harus membela al-Quran ketika dihina.

Hal ini diperkuat oleh Ustadz Luthfi Affandi, SH, MH, yang menyampaikan akan wajibnya kaum muslim untuk memuliakan dan mensucikan al-Quran. “Karenanya, siapa saja kaum Muslim yang menghina al-Quran, berarti telah melakukan dosa besar, bahkan telah dinyatakan murtad dari Islam.” terangnya.

Dengan menyampaikan dalil baik dari al-Quran hingga perkataan para ulama, Ustadz Luthfi menyimpulkan bahwa seorang muslim yang melecehkan al-Quran, baik dalam hatinya, dengan perkataan, atau dengan perbuatan, maka dihukumi murtad. Bahkan yang ‘hanya’ bersenda gurau dengan al-Quran, dihukumi murtad juga.

Sebagaimana dipahami dalam Islam seorang yang murtad harus dihukum mati.
Terkait orang non muslim yang menghina al-Quran, Ustadz Luthfi menyampaikan bahwa dalam Islam, jika dia dzimmah (non muslim dalam lindungi Khilafah), maka dia harus dikenai hukuman yang sangat berat, bisa dicabut dzimmah-nya, hingga sanksi hukuman mati. Bagi non-Muslim non-Ahli Dzimmah, maka Khilafah akan membuat perhitungan dengan negaranya, bahkan bisa dijadikan alasan Khalifah untuk memerangi negaranya, dengan alasan menjaga kehormatan dan kepentingan Islam dan kaum Muslim.

HIP yang diinisasi oleh HTI DPD II Kota Banjar ini berjalan dengan tertib. Para peserta nampak antusias mengikuti acara hingga akhir. [Irfan]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget