Bawaslu Tidak Pernah Menduga Ahok Akan Ditolak Warga




BDG.NEWS, Jakarta - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad tidak pernah menduga calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat penolakan warga saat kampanye.
"Kita tidak menduga praktik seperti ini. Ini baru terjadi. Setelah kejadian di Rawa Belong itu kita langsung berkoordiansi dengan pak Kapolda," ujar Muhammad kepada wartawan di Hotel Ibis, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2016).
Setelah berkordinasi dengan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Iriawan, akhirnya pasangan Ahok - Djarot mendapatkan pengawalan polisi seperti yang dilakukan oleh ratusan Polisi kemarin, Kamis (10/11/2016) di kawasan Kedoya, Jakarta Barta, walaupun akhirnya kampanye tersebut dibatalkan karena lagi-lagi Ahok ditolak warga.
"Tidak hanya pada pasangan calon tertentu, ini mengantisipasi pasangan calon lain yang ditolak oleh kelompok-kelompok tertentu, misal warga tertentu," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa tindakan penolakan tersebut bisa dikategorikan sebagai tindakan menghalang-halangi pemilu.
Di undang-undang nomor 10 tahun  2016 tentang pemilihan kepala daerah (Pilkada), pelaku penghalang-halangan kampanye itu bisa dipidanakan.
"Kita mengimbau warga DKI supaya tidak melakukan penghalangan terhadap kampanye pasangan calon," terangnya.
"Tidak boleh lagi ada penolakan, sepanjang praktik-praktik kampanye oleh pasangan calon ini tidak melanggar ketentuan, bukan di tempat yang dilarang atau waktu yang dilarang," Muhammad menambahkan. (tribunnews)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget