Ulama Jabar Mengutuk dan Menuntut Penghina Alquran Dihukum








BDG.NEWS, Bandung - Ulama-ulama di Jawa Barat yang berkumpul dalam Majlis Al Buhuts Al Islamiyah, mengutuk keras pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama alias Ahok yang dinilai melecehkan dan menghina Alquran, saat ia berbicara kepada masyarakat di Kepulauan Seribu. Mereka juga menuntut penegak hukum untuk mengadili pelaku pelecehan terhadap Alquran.
"Kami telah melakukan pertemuan untuk membahas secara syariah hukum orang yang melakukan pelecehan terhadapAlquran. Dan kami mengeluarkan beberapa pernyataan, penghina Alquran harus dihukum. Sebagai umat Islam, Alquran tidak boleh dihina, bahkan untuk candaan pun tidak boleh. Jika ia (pelaku) adalah orang Islam, maka ia bisa dihukumi murtad atau keluar dari Islam," kata Asep Sudrajat, Laznah Khusus Ulama HTI Jabar, yang datang ke kantor Tribun Jabar, ditemani Humas HTI Jabar Lutfi Afandi dan sejumlah ulama, Jumat (21/10).
Dikatakan, ketika Ahok melecehkan Alquran dengan menggunakan Surat Al Maidah ayat 51, bahwa warga dibodohi dan ditakut-takuti masuk neraka gara-gara memilih pemimpin non -Muslim, ramai diperbicangkan, ulama-ulama di Jawa Barat meminta HTI untuk mengadakan pertemuan untuk mengkaji hukum secara syariat orang yang menghina Alquran.
"Penyataan Ahok kategori melecehkan Alquran dan ulama, karena yang menyampaikan ayat-ayat itu di antaranya adalah para ulama. Kami tidak ada kepentingan soal Pilkada, tapi soal memilih pemimpin non-Muslim itu jelas tidak boleh. Kami menuntut agar ada proses hukum, supaya tidak ada lagi kasus pelecehan Alquran selanjutnya," katanya.
Selain menghasilkan sejumlah keputusan, pertemuan para ulama itu juga bertujuan hendak mengembalikan posisi ulama di Indonesia yang memiliki peran penting dalam pembangunan Indonesia.
"Sekarang ini, ulama banyak didekati kalau ada hajat pemilihan karena memiliki massa, atau setidaknya menjadi juru doa. Padahal, ulama memiliki peran yang penting di tengah-tengah masyarakat," kata Asep.
Oleh karena itu,  ulama termasuk ulama di HTI, terus mengikuti perkembangan teknologi dan arus informasi. Tujuannya agar bisa membantu memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait masalah yang baik dan buruk.
"Kami juga melek media, termasuk mengikuti juga tren media sosial," kata Humas HTI Jabar Luthfi Afandi. (tribunnews)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget