Tunda Kasus Ahok, Polri Dinilai Perkeruh Kondisi









Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman menilai Polri telah membuat situasi gaduh karena mengusulkan menangguhkan kasus dugaan penistaan agama Islam yang dilakukan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Pengendapan laporan justru akan membuat suhu politik Pilkada terutama di DKI semakin memanas," kata Habiburokhman kepada INILAHCOM, Jumat (14/10/2016).

Menurut dia, Polri selalu mengimbau kepada masyarakat supaya tidak bertindak anarkis akibat pernyataan Ahok kandidat bakal calon incumbent Gubernur DKI mengenai Surat Al-Maidah ayat 51. Namun, ketika sudah ditempuh jalur hukum ternyata malah ditangguhkan.

"Selama ini kita susah payah mengarahkan masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan menyelesaikan persoalan mereka melalui koridor hukum," ujarnya.

Ia mengatakan apabila Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengabulkan usulan Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto yang ingin menangguhkan kasus Ahok, maka sangat dikhawatirkan bakal menimbulkan pertikaian.

"Jika laporan diendapkan secara alamiah masyarakat akan mencari jalan keluar sendiri atas ketidak-adilan yang mereka rasakan, dikhawatirkan setiap saat bisa saja meletus konflik sosial," jelas dia.

Sebelumnya Kabareskrim Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan pihaknya mempertimbangkan penangguhan proses hukum laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk menghindari politisasi jelang Pilkada DKI 2017.

"Saya sudah sampaikan, mungkin saya akan laporkan kepada Bapak Kapolri supaya tidak terjadi politisasi untuk kepentingan tertentu," kata Ari.[ris - m.inilah.com]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget