Setiap Bulan Ada 10 Pengidap HIV Baru di Karawang







BDG.NEWS, Karawang - Penyebaran penyakit HIV-AIDS di Kabupaten Karawang sudah mencapai tahap mengkhawatirkan. Penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia tersebut terdeteksi hampir ada di semua kecamatan di daerah lumbung padi. Demikian dikatakan staf Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Karawang, Awan Gunawan, di kantornya, Kamis 27 Oktober 2016.
"Hingga akhir September 2016 jumlah pengidap HIV/AIDS di Karawang telah mencapai 641 jiwa," ujar Awan. Menurut dia, penderita HIV-AIDS terbanyak tinggal di wilayah Kecamatan Karawang Barat, kemudian di Kecamatan Klari, dan Telukjambe Timur. Sebagian lagi berada di Kecamatan Banyusari, Ciampel, Cikampek, Klari, Cilamaya Wetan, Jatisari, Kutawaluya, Majalaya, Pakisjaya, Purwasari, Rengasdengklok, Telagasari, dan Tirtajaya.
"Setiap bulan petugas lapangan KPA melaporkan ada 5 sampai 10 orang penderita HIV baru. Mereka langsung dirujuk ke RSUD untuk mendapat layanan ARV (anti retro viral)," ujarnya.
Dijelaskan, persentase kasus HIV-AIDS berdasarkan jenis kelamin, ternyata laki-laki di Karawang lebih banyak yang mengidap penyakit tersebut. Hal itu disebabkan adanya fenomena homoseksual. Oleh sebab itu, pihaknya terus memberikan sosialisasi bahaya homo kepada warga dan salah satunya di Lapas Karawang. Sementara penderita kalangan wanita berasal dari kenakalan kaum pria, seperti sering bergonta-ganti pasangan.
"Jika dikaitkan dengan para wanita pekerja seks (WPS) maka 1 orang WPS dalam 1 malam rata-rata melayani tamunya paling sedikit 5 orang. Jika dikali 30 hari sama dengan 150 orang," katanya.
Dikatakan, 50 persen penikmat WPS adalah pria beristri atau setara 75 orang. Jika dari 75 orang pria beristri yang tertular HIV-AIDS itu 25 orang istrinya hamil dapat dibayangkan berapa jumlah percepatan pertambahan penyebaran virus HIV-AIDS di Kabupaten Karawang. "Kasus HIV-AIDS bukan hanya masalah kesehatan tapi juga permasalahan sosial. Sebab hampir di semua wilayah di Kabupaten Karawang, virus itu berpotensi menyebar ke mana-mana," katanya.
Awan menambahkan, dari temuan-temuan tersebut, jika tidak segera dilakukan upaya penanggulangan dan pencegahannya, maka penyebaran HIV-AIDS bakal lebih cepat lagi. "Dengan perbandingan 1:100 orang, artinya dari 641 orang yang terinfeksi, akan berkembang menjadi 64.100 orang yang terinfeksi," katanya.
Menurut dia, kendati jumlah penderita HIV-AIDS terus bertambah, namun anggaran untuk penanggulanagan penyakit mematikan itu belum maksimal. Akibatnya kinerja KPA Karawang baru sebatas pada penyebaran kondom dan sosialisasi bahaya penyakit itu saja.(PR)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget