Isu Agama dan Etnis Cukup Simpan dalam Hati Saja ???









Jelang gelaran Pilkada 2017, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) mengimbau masyarakat untuk tidak mengkampanyekan isu SARA, terutama seputar agama dan etnisitas.
Menurut Emil, isu tersebut tak pantas dibawa ke ruang publik. Jadi dia mengimbau agar isu tersebut cukup simpan dalam hati masing-masing individu.
“Saya merasa demokrasi di Indonesia hari ini butuh kedewasaan. Pertama, pilihlah pemimpin berdasarkan kapabilitasnya, berdasarkan gagasannya. Menanglah dengan gagasan, bukan dengan merendahkan, sehingga isu agama, isu etnisitas, isu-isu yang tak ada hubungan dengan kapabilitas itu sebaiknya jadi pilihan dalam hati saja,” kata Ridwan di Jakarta Selatan, melansir CNNIndonesia, Kamis (13/10/2016).
Emil juga menegaskan bahwa dirinya bersikap netral dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada awal tahun depan nanti. Hal itu ditegaskannya untuk menjawab komentar terkait pencatutan namanya dalam sebuah meme yang memperlihatkan dukungannya kepada calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Dalam meme yang beredar viral di media sosial itu tertulis kalimat “Yang menolak Ahok karena ia Tionghoa adalah orang bodoh.” Nama Ridwan Kamil tercantum di bawah kalimat tersebut sehingga terkesan sebagai pernyataan asli dari sang Wali Kota.
“(Meme) ini sudah viral di Facebook, makanya banyak yang tanya, padahal saya tak pernah nulis. Saya merasa dirugikan karena kalau saya tak bikin klarifikasi, kultur digital ini akan jadi kebiasaan. Seolah pelintir-pelintir itu jadi budaya baru,” jelas Emil.
“Jadi (saya) dirugikan dari sisi ini. Seharusnya tidak boleh terjadi karena posisi saya netral. Kedua, saya tak pernah mengeluarkan kalimat itu,” tegasnya.(FokusJabar)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget