Guru Honorer Jabar Unjuk Rasa Tuntut Kesejahteraan



Sejumlah guru melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Senin (31/10/2016). Mereka merupakan guru honorer sekolah-sekolah yang ada di Jabar.

Para pedemo itu membawa beberapa spanduk. Satu di antaranya bertuliskan "Kami seluruh honorer Jawa Barat menuntut kesejahteraan yang seadil-adilnya dan penghidupan layak".

Informasi yang dihimpun Tribun, para guru honorer ini menuntut kesejahteraan kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Mereka meminta upah yang harus berstandar upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum kota/kabupaten (UMK).

Setidaknya ada lima hal yang menjadi tuntutan para guru tersebut. Pertama, pemerintah provinsi Jabar untuk mengalokasikan dana di anggaran murni tahun 2017 untuk UMP dan UMK tenaga honorer d Jabar.

Kedua, pemerintah provinsi Jabar menambah kuota untuk program tunjangan insentif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ketiga, pemerintah provinsi Jabar menambah kuota untuk program tunjangan khusus bag daerah terpencil.

Keempat, pemerintah provinsi Jabar harus memberikan jaminan kesehatan bagi tenaga honorernya. Kelima, pemerintah provinsi Jabar segera menetapkan surat keputusan sertifikasi dan NUPTK.

"Kami harusnya layak memperoleh penghasilan sesuai nilai-nilai kemanusiaan," kata koordinator aksi Cecep Kurniadi, di sela-sela aksi.

Pernyataan Cecep bukan tanpa alasan. Sebab kondisi para guru honorer masih memprihatinkan dengan upah yang minim. Padahal para tugas guru honorer ini sama dengan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

"Kesejahteraan tenaga honorer sangat dibutuhkan, tidak hanya di bidang pendidikan tapi juga di bidang kesehatan," kata Cecep.

Sumber: jabar.tribunnews.com (31/10/2016)
Label:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget