Atasi Banjir, Dewan: Pemkot Bandung Harus Bentuk Perda Sistem Drainase Perkotaan







BDG.NEWS, Bandung - Bencana banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Bandung menjadi sorotan. Sistem drainase yang buruk dinilai menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Berbagai pihak mendorong Pemkot Bandung segera mencari solusi terbaik atas persoalan ini.

Dorongan itu kali ini datang dari Sekertaris Komisi C DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga. Menurutnya, Pemkot Bandung harus segera merumuskan Peraturan Daerah (Perda) mengenai rencana induk sistem drainase perkotaan.

Pria yang akrab disapa Awang mengatakan upaya tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permenpu) No 12 Tahun 2014 tentang rencana induk sistem drainase perkotaan.

"Saya harap Perda ini tidak hanya berbicara solusi jangka pendek, tetapi berbicara jauh ke depan. Agar permasalahan banjir ini tidak lagi menjadi ancaman," kata Awang saat dihubungi via pesan singkat, Selasa (25/10/2016).

Menurutnya dengan adanya Perda itu, baik pihak eksekutif dan legislatif akan mempunyai komitmen yang kuat untuk mengatasi permasalahan banjir secara terencana, komprenhensif dan berkelanjutan.

"Sejauh ini upaya mengatasi banjir bentuknya hanya berupa kajian saja. Kalau nanti ada dalam Perda, maka seluruh stakeholder Kota Bandung wajib mengikuti aturan tersebut," jelas dia.

Dengan perkembangan Bandung menjadi kota metropolitan, secara tidak langsung telah terjadi alih fungsi lahan. Hal itu tentunya berimbas terhadap berkuranganya resapan air. Sehingga membuat banjir menjadi dampak akibat perkembangan tersebut.

Dikatakannya, kondisinya akan berbeda apabila perkembangan itu diimbangi dengan infrastruktur dasar kota yang memadai. Salah satunya sistem drainase sebagai pengganti daerah resapan air yang telah beralih fungsi.

"Kondisi existing saat ini sudah tidak layak, mulai dari ukurannya, maupuan kuantitasnya. Drainase di Kota Bandung perlu untuk direvitalisasi, diperbesar agar dapat menampung air hujan," ujar dia.

"kita harus mulai berbicara soal drainase kapasitas besar di bawah tanah dengan menghitung kebutuhan sampai 50 atau 100 tahun ke depan. Jangan lagi bicara sehari, setahun, atau lima tahun saja," tambah dia.

Terlepas dari itu, kata dia, masalah banjir ini bukan hanya semata-mata tugas pemerintah saja, tetapi semua pihak. Perlu adanya sinergi antara masyarakat, swasta dan pemerintah dalam menjaga lingkungan sekitar.

Hal yang paling sederhana namun dampaknya luar biasa itu tidak membuang sampah sembarangan. Pasalnya, tidak bisa dipungkiri kurang optimalnya drainase atau sungai yang ada diakibatkan oleh sampah yang menyumbat.

"Banjir ini memang perlu sinergi antara pihak pemerintah, msyarakat dan swasta. Terutama pentingnya menjaga lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kuncinya sangat sederhana," pungkasnya. (detik)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget