3 (Tiga) Kekuatan Bekingan Ahok










Bdg.news, Bandung - Ada 3 (Tiga) kekuatan bekingan Ahok Pertama, Presiden Jokowi. Memang agak sulit mengatakan hal tersebut. Namun beberapa indikasi menyebutkan ke arah sana. Ahok tampak sangat garang, terutama terkait anggaran sehingga bermusuhan dengan DPRD. Hal itu dia lakukan karena di backup oleh presiden.
"Kenapa saya begitu berani untuk melawan permainan pokir (pokok pikiran) anggaran DPRD DKI seperti ini adalah jelas ada beking presiden. Presiden yang perintah karena dia juga udah kesel juga dulu kan," kata Ahok di PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya No 62, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2015).
Fakta lain yang bisa kita liat adalah kasus reklamasi. Yang tadinya distop oleh Rizal Ramli, namun setelah Ahok melapor ke Jokowi akhirnya permintaan Ahok untuk melanjutkan reklamasi dipenuhi dan berakibat Rizal Ramli dilengserkan dari jabatannya.
Kedua, Kapolri Tito Karnavian. Hal ini pernah diungkap oleh Ahok saat menghadiri acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian yang akan digantikan Irjen Pol Moechgiyarto. Ahok mengungkap soal keberaniannya yang menonjol di Jakarta karena di bekingi oleh Tito.
"Orang bilang saya bernyali. Enggak. Saya bernyali karena ada yang beking, yakni Pak Kapolda (Tito)," kata Ahok dalam sambutannya di Balai Pertemuan Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Gatot Subtroto, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2016).
Ketiga, Ketua Umum PDIP Megawati. Ahok juga sering menyebutkan bahwa dia sangat dekat dengan Megawati. PDIP sebuah partai politik yang saat ini berkuasa di Indonesia. Kedekatan Ahok dengan Megawati bisa terlihat dari keputusan Megawati yang mengusung Ahok sebagai Cagub di pilkada tahun depan. Megawati menafikkan semua mekanisme penjaringan Cagub yang dibuka oleh PDIP sendiri bahkan rela mengorbankan Djarot kadenrnya sendiri untuk tidak jadi Cagub hanya karena untuk memilih Ahok. Keputusan politik yang diambil oleh Megawati seperti ini hal yang tidak biasa kecuali Ahok adalah orang spesial buat dia.
Ketiga kekuatan bekingan Ahok inilah menurut saya menjadi kekuatan Ahok sehingga mampu berbuat dan berkata apa saja tanpa berfikir konsekuensi apa yang diakibatakan dari tindakan dan ucapannya. Untuk kasus penistaan agama ini saja, hampir bisa dikatakan argumentasi yang keluar dari para bekingan Ahok ini selalunya menguntungkan Ahok.

Imaduddin Al Faruq
Muslim Analyze Institute
Label:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget