Prostitusi Gay makin merejalela, BKLDK Kota Bandung berikan solusi!


Bdg.News. Bandung- Sabtu (9/17). Terkait fenomena Prostitusi gay yang semakin merajalela, Bdg.News berkesempatan meminta tanggapan dari BKLDK (Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus) Kota Bandung sebagai organisasi mahasiswa islam yang fokus mengkaji fenomena sosial budaya (SosBud) dan memberikan solusi menurut pandangan islam

Berikut Bdg.News sajikan berita serta tanggapannya:

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya mengatakan telah menetapkan tiga pelaku prostitusi gay menjadi tersangka. Tiga orang ini, yakni Aris RCM (41 tahun), U (31), dan E (30). Ketiganya ditangkap di wilayah Cipayung, Bogor. Seratus lebih anak dan remaja laki-laki menjadi korban praktik prostitusi gay ini. Korban berumur mulai dari 13 hingga 23 tahun. Ketiga tersangka akan digerat pasal berlapis, yakni UU ITE, UU Pornografi, UU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan UU Perlindungan Anak. (REPUBLIKA.CO.ID, 02/09/2016)


Komentar BKLDK (Badan Koordinasi Lembaga dakwa Kampus) Kota Bandung:

1. Fenomena LGBT Lahir dari rahim kebebasan dan HAM yang tumbuh subur dalam ekosistem Neoliberal hari ini, yang mana hal ini dapat dukungan besar dari kuam barat sekuler yang tentu mengesampingkan syariah islam sebagai standarisasi dalam berfikir dan bertindak. ide kebebasan dan HAM kerap dimanfaatkan pelaku LGBT sebagai alasan agar mendapat perlindungan dan dilegalkan.

2. LGBT Bukanlah penyakit turunan. Alasan faktor genetik merupakan kesalahan besar Sebab hal itu tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Justru ini murni merupakan penyimpangan seksual yang tidak boleh dibiarkan apalagi disebarluaskan.

3. Penyakit ini telah meresahkan masyarakat, dimana banyak potensi dari berbagai kalangan dan umur dapat menjangkit penyakit LGBT serta sulit dibendung perkembanganya, dalam hal ini sangat berbahaya bagi generasi.

4. Isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan transgender (LGBT) ini sedang menjadi sorotan dan ini merupakan ancaman serius terhadap moral generasi bangsa ini. Lihat saja di Bali pernikahan sesama jenis dirayakan degan pesta mewah. Di Boyolali juga misalnya beberapa waktu yang lalu.


5. Maka jika kita ingin memberantas LGBT sampai ke akar-akarnya, tentu harus ada pengaturan yang dapat mencegah semua celah potensi LGBT dapat tumbuh dan berkembang, dan pengaturan tersebut kita bisa temukan jika syariah islam diterpakan secara kaffaah.

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget