Mantab, Polda Jabar Bongkar Prostitusi Online Sindikat 'Bandung Agency'

Polda Jabar Bongkar Prostitusi Online Sindikat Bandung Agency

Bandung - Ditreskrimsus Polda Jabar membongkar praktik prostitusi online sindikat 'Bandung Agency' yang beroperasi lintas provinsi. Dua muncikari 'penjual' belasan wanita pekerja seks komersial (PSK) berparas cantik turut dibekuk polisi.

Wadir Reskrimsus Polda Jabar AKBP Diki Budiman menyebutkan pengungkapan prostitusi via media sosial ini bermula dari patroli cyber yang dilakukan pihaknya. Tim Subdit II Unit II Ditreskrimsus Polda Jabar bergerak menelusuri salah satu akun Twitter.

"Kami selidiki akun Twitter bernama 'Bandung Agency' yang menawarkan jasa wanita panggilan. Singkat cerita, pada Agustus lalu, kami menangkap tangan germo yang melakukan transaksi di salah satu hotel di Kota Bandung," kata Diki di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (1/9/2016).

Proses penangkapan berlangsung pada 11 Agutus 2016 lalu. Menurut Diki, anggotanya menangkap seorang wanita inisal NNU (25), warga Jakarta Selatan, selaku muncikari. Selain itu polisi mengamankan seorang PSK dan pria hidung belang. "PSK dan konsumen itu berstatus saksi," kata Diki.

Selanjutnya aparat mengembangkan penyelidikan. Polisi meringkus pria inisial MIR (21), warga Kota Bandung, berperan muncikari yang masih jaringan 'Bandung Agency'.

Diki menjelaskan, kedua tersangka tersebut beroperasi menjajakan PSK di sejumlah kota besar di Indonesia. Berdasarkan pengakuan tersangka, jasa layanan bisnis gelap ini merambah Bandung, Bali, Jabodetabek, Jambi, Malang, Medan, Kalimantan, Surabaya, Purwokerto dan Yogyakarta.

"Tersangka mengaku sudah satu tahun menawarkan jasa wanita panggilan via media sosial. Untuk Kota Bandung meliputi Jabar, germo ini mempunyai 19 wanita dewasa untuk melayani konsumen," ujar Diki.

NNU dan MIR kini mendekam di sel tahanan Mapolda Jabar. Polisi menyita barang bukti berupa enam unit telepon genggam, beberapa buku tabungan, ATM, kondom dan alat bantu seks.

Mereka diganjar pasal berlapis terdiri Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 yat 1 UU Nomor 11/2008 tentang ITE, Pasal 4 ayat 2 huruf d jo Pasal 30 UU RI No.44/2008 tentang Pornografi, dan Pasal 296 KUHPidana dan PAsal 206 KUHPidana.

"Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara," ucap Diki.

Kedua tersangka yang menggunakan sebo dan kaus tahanan ini menolak memberikan keterangan kepada wartawan. Mereka bergegas masuk ke salah satu ruangan Ditreskrimsus Polda Jabar.
(avi/avi)
MeasureMeasure

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget