Dr. V. Fitzgerald (Tokoh Orientalis) : “Islam Bukanlah Semata Agama, Namun Juga Merupakan Sebuah Sistem Politik”


BDG.News   “Islam Bukanlah Semata Agama, Namun Juga Merupakan Sebuah Sistem Politik” begitulah yang Dr. V. Fitzgerald utarakan dalam buku yang beliau tulis muhammedan law. Memang sungguh menarik ungkapan beliau, manakala sebagian tokoh Islam berupaya memisahkan agama dengan kehidupan atau politik (sekulerisme). 
Orientalisme adalah istilah yang merujuk pada peniruan atau penggambaran unsur-unsur budaya Timur di Barat oleh para penulis, desainer, dan seniman. (Wikipedia). Jika merujuk definisi dari Wikipedia terkait Orientalisme, maka akan kita ketahui bahwasanya orientalisme merupakan Pendapat para tokoh Barat terkait dengan Budaya Ketimuran termasuk Islam. Tentu terdapat sisi objektif ataupun pro dan kontra dalam pendapat mereka terhadap Islam.
Islam merupakan sebuah agama yang menyeluruh, yang membahas segala aspek kehidupan manusia, termasuk sistem politik. Bahkan dengan menerapkan Islam secara menyeluruh ini membuat kebudayaan Islam bertahan hingga 14 abad lamanya. Hingga harus berakhir kepemimpinan Islam pada tahun 1924 di turki.
Beliau juga menambahkan, bahwasanya Islam dan politik merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. “Islam Bukanlah Semata Agama, Namun Juga Merupakan Sebuah Sistem Politik. Meskipun pada dekade dekade terkhir ada beberapa kalangan dari umat Islam yang mengklaim sebagai kalangan modernis, yang berusaha memisahkan kedua sisi itu, namun seluruh gugusan pemikiran Islam dibangun di atas fundamen bahwa kedua sisi itu saling bergandengan dengan selaras dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain”
Selain Dr. V. Fitzgerald, terdapat beberapa ungkapan yang diucapkan oleh beberapa tokoh barat terkait Islam dan pengaturan kehidupan (politik), sebagai berikut :
·         Prof. C. A. Nallino berkata : "Muhammad telah membangun dalam waktu bersamaan: agama (a religion) dan negara (a state). Dan batas-batas wilayah negara yang ia bangun itu terus terjaga sepanjang hayatnya".
·         Prof. R. Strothmann berkata : "Islam adalah suatu fenomena agama dan politik. Kerana pembangunnya adalah seorang Nabi, yang juga seorang politik yang bijaksana, atau "negarawan”.
·         Prof D.B. Macdonald berkata : "Di sini (di Madinah) dibangun negara Islam yang pertama, dan diletakkan prinsip-prinsip utama dalam undang-undang Islam”.


·         Sir. T. Arnold berkata : " Adalah Nabi, pada waktu yang sama, seorang ketua agama dan ketua negara".
·         Prof. Gibb berkata : "Dengan demikian, jelaslah bahawa Islam bukanlah sekadar kepercayaan agama individual, namun ia meniscayakan berdirinya suatu bangun masyarakat yang bebas. Ia mempunyai cara tersendiri dalam sistem pemerintahan, perundangan dan institusi".
Maka dari pernyataan para orientalis barat dapat dikatakan bahwasanya mereka memiliki rasa takjub terhadap peradaban Islam yang sempurna, seperti yang ditunjukan oleh pernyataan Dr. Schacht, “Islam lebih dari sekadar agama, ia juga mencerminkan teori-teori perundangan dan politik. Dalam ungkapan yang lebih sederhana, ia merupakan sistem peradaban yang lengkap, yang mencakup agama dan negara secara bersamaan.”
Namun sayangnya masih sedikit kaum muslimin yang bagga terhadap peradaban, hukum, perpolitikan dan kesempurnaan Islam. Bahkan tidak sedikit kaum muslimin yang “membonsai” Islam hanya dalam batasan ritual saja.
Referensi:

Dr. M. Dhiauddin Rais, Teori Politik Islam
Label:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget