HTI KOTA BANDUNG USULKAN GAGASAN “BANDUNG BAROKAH”




 “Salah satu aktivitas Hizbut Tahrir adalah menyampaikan nasihat kepada penguasa, jika kebijakan-kebijakan yang diambilnya bertentangan dengan aturan-aturan Islam, dan ini adalah bukti cinta Hizbut Tahrir terhadap permasalahan umat dimana saja berada”. Hal ini, diungkapkan oleh Ust Yuana Ryan Tresna di acara Liqa’ Syawwal Bersama Ulama dan Tokoh, pada Ahad (31/07) di Waroeng Setiabudhi Jl. Cihampelas No. 159A Bandung, yang dihadiri oleh Ulama dan Tokoh, dari berbagai kalangan.
Hizbut Tahrir Indonesia sampai saat sekarang ini, terus  berusaha meneladani secara istiqamah strategi dakwah yang dilakukan oleh Rasul Saw, dalam melanjutkan kehidupan Islam.  Dengan melakukan berbagai cara (uslub), selama tidak melanggar Al-Qur’an dan Sunnah. HTI berkeyakinan, bahwa strategi ini dalam memperjuangkan Syariah dan Khilafah, mampu menyelesaikan berbagai permasalahan umat (yang terus dipengaruhi oleh kepentingan kapitalis-Liberal dan sosialis komunis), mulai dari politik, ekonomi dan sebagainya. “Sehingga untuk konteks kota Bandung, penting bagi kami, untuk membuat gagasan melalui konsep Bandung Barokah, sebagai landasan dan orientasi pembangunan,” tegas kandidat doctor UIN Bandung ini.
Konsep Bandung Barokah merupakan salah satu gagasan, yang terus diperkenalkan oleh HTI Kota Bandung.  Sebagaimana yang disampaikan oleh Yuana (Pengurus DPD II HTI Kota Bandung sekaligus ketua tim perumus konsep Bandung Barokah), ia mengungkapkan bahwa pembangunan-pembangunan fisik yang dilakukan oleh Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandung harus dibarengi dengan pembangunan ruhiyah para penduduknya, sehingga maghfiroh Allah Swt bisa didapat. []



Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget