HTI BANDUNG: PEMBANGUNAN HARUS DENGAN LANDASAN AQIDAH




Konsep Smart City hanya berorientasi pada pembangunan materi, belum serius berorientasi pada pembangunan peradaban”, tegas Yuana Ryan Tresna sebagai ketua Tim Perumus Konsep Bandung Barokah ketika memberikan penjelasan pada acara terbatas  Pers Conference & Public Expose Konsep dan Peta Jalan #BandungBarokah, 3 Agustus 2016 yang dihadiri oleh tidak kurang dari 35 peserta dari berbagai elemen masyarakat termasuk wartawan. Lebih lanjut beliau mengatakan gagasan smart city berpotensi mengundang masuknya budaya dari negara asalnya, yaitu budaya barat. Beliau juga mengkritisi perihal indeks kebahagiaan. Beliau mengatakan, bahwa dalam indeks kebahagiaan terdapat pergeseran indikator pembangunan dari standar “sejahtera” menjadi “bahagia” yang semu, karena menurut beliau hakikat kebahagian dalam pandangan Islam yaitu kebahagian dalam melaksanakan ketaatan bukan kebahagian dalam kemaksiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Yuana bukan hanya memaparkan isu-isu strategis di kota Bandung, namun juga mengajukan beberapa rekomendasi, diantaranya adalah pembangunan di kota Bandung harus dengan dasar aspek ruhiyah (spiritualitas), keimanan dan ketaatan kepada Allah. Menyatukan antara pembangunan materi (fisik) dan ruh (spiritual), sehingga bermakna berpahala dan bernilai-bermanfaat. Kemudian secara teknis, merekomendasikan pemerintahan kota Bandung agar memberikan jaminan kemaslahatan publik, kemudahan dan kesempurnaan dengan prinsip maqashid syariah, dan ummah development index sebagai konsep turunannya. []




Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget