Tak Ada Gajah Yang Tidak Mati

Yani, Gajah yang sempat sakit itu akhirnya mati
bdg.news, Bandung.- Ratusan pengunjung tertahan di halaman parkir Kebun Binatang Bandung. Kawasan ini ditutup sementara selama otopsi gajah Yani berlangsung.
Pantauan “PR” pada Kamis, 12 Mei 2016, pukul 09.30 WIB, beberapa unit bus sudah terpakir di lapangan parkir. Ratusan pengunjung, mayoritas anak-anak dengan seragam sekolah mereka, tak bisa masuk gerbang yang dikunci.
Salah petugas keamanan memasang pengumuman pelarangan masuk di selembar kertas yang ditempel di gerbang. Kepada para pengunjung ia menginformasikan akses masuk bakal dibuka lagi sekitar pukul 12.00 WIB.
“Kami tidak tahu kalau akses masuk ditutup. Rencana piknik diubah, kami akan menuju Taman Lalu Lintas dulu,” kata Komalasari (37), guru PAUD Sakura I Kerawang yang datang bersama 75 murid dan 75 orang tua mereka.
Rombongan datang dengan dua unit bus besar. Ini merupakan kunjungan pertama mereka ke Kebun Binatang Bandung. “Kami tidak tahu kondisi di dalam seperti apa. Ini pertama kali,” kata Komalasari.
Andi (5), yang datang bersama kedua orang tuanya dari Rancaekek, mengaku kecewa tidak bisa masuk ke Kebun Binatang. Ia ingin sekali melihat gajah. “Yang paling seneng ya gajah. Besar,” ucapnya.
Otopsi gajah Yani dilakukan untuk mengetahui penyakit yang telah membunuhnya. Salah satu kekhawatiran utama tim dokter adalah penyakit tersebut ternyata menular dan berpotensi menjangkiti binatang-binatang lainnya.*** (Pikiran-Rakyat.com)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget