PARAH! 82 Siswa Positif Narkoba Di DKI Jakarta


Jakarta-Usai menjadi pembina upacara di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 70, Bulungan, Jakarta Selatan, Wakil Gubernur DKI Jakarts, Djarot Saiful Hidayat mengunjungi SMAN 6 yang berada tepat di samping SMAN 70.
Dalam pertemuannya dengan para siswa perwakilan kelas X hingga XII, Djarot mengimbau para siswa tidak menggunakan narkoba. Karena bila dilakukan tes urine, dan positif narkoba, maka siswa tersebut akan dikeluarkan dari sekolah dan dikembalikan ke orangtuanya.
Dia pun menyampaikan, dari tes urine yang dilakukan di tiga sekolah beberapa waktu lalu oleh Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, terdapat 82 siswa yang kedapatan positif narkoba.
"Ada tiga sekolah, satu swasta, satu SMA Muhammadiyah, dan satu SMK negeri. Ada 82 siswa yang terkena narkoba," kata Djarot di SMAN 6, Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (29/2).
Mantan Wali Kota Blitar ini menyatakan prihatin melihat narkoba sudah menjangkau siswa yang sekolah di sekolab keagamaan bahkan sudah masuk pesantren.
"Narkoba sudah mulai masuk ke mana-mana. Termasuk ke pondok pesantren. Karena memang jaringannya internasional dan kalian juga dijadikan target. Kalau kalian kena, maka dampaknya besar. Tidak hanya bagi sekolah, tetapi juga masa depan kalian sendiri dan masa depan bangsa," ujarnya.
Bagi 82 siswa yang terkena narkoba tersebut, maka siswa tersebut dipulangkan ke orangtuanya. Bagi tiga sekolah tersebut, diberikan status lampu kuning atau berhati-hati.
Bila dilakukan pemeriksaan tes urine kemudian masih kedapatan ada siswa yang positif narkoba, maka tiga sekolah tersebut sudah lampu merah atau darurat narkoba. Artinya, para guru dan pengelola sekolahnya akan dikenakan sanksi tegas.
"Kalau SMA negeri lebih enak memberikan sanksinya, karena kami punya kewenangan. Kami kembalikan ke orangtuanya untuk di bina kembali kejujurannya. Bagi sekolahnya, kalau sampai terjadi lagi, maka yang akan terkena sanksi itu satu paket, kepala sekolah dan seluruh gurunya," paparnya.
Kepala BNNP DKI Jakarta, Iwan A Ibrahim mengatakan tahun ini, pihaknya lebih fokus melakukan pemeriksaan tes urine di sekolah-sekolah. Pasalnya, sudah ada indikasi, peredaran narkoba masuk dengan mudah ke dalam sekolah.
"Ke depan, kita akan fokuskan ke sekolah-sekolah. Nanti kita selidiki dan teliti dulu, apakah sekolah ini rawan narkoba atau tidak. Baru kita lakukan tes urine," kata Iwan.
Dari penyelidikan sementara, BNNP DKI telah mendapatkan ada lima sekolah yang rawan narkoba. Tetapi, dia enggan menyebutkan nama-nama sekolah tersebut.
"Data sementara ada lima sekolah rawan narkoba di Jakarta. Nanti kita kasih tindakan pelan-pelan," ungkapnya.

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget